Jadi Menteri, Susi Sumbangkan Gaji untuk Nelayan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, memeluk warga di pelabuhan pendaratan ikan Babakan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat, 1 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, memeluk warga di pelabuhan pendaratan ikan Babakan Cikidang, Pangandaran, Jawa Barat, 1 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Pangandaran - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti punya kaul menyejahterakan kaum nelayan. Susi mengatakan akan menyumbangkan seluruh gajinya selama menjadi menteri kepada nelayan.

    Gaji Susi sebagai menteri akan dialokasikan untuk mendanai asuransi bagi nelayan yang sudah tua dan tidak bisa melaut lagi. "Intinya, untuk asuransi kesejahteraan nelayan," kata Susi saat berkunjung ke Koperasi Unit Desa Minasari, Pangandaran, Sabtu, 1 November 2014. (Baca: Menteri Susi Pudjiastuti Blusukan ke Pangandaran)

    Menurut Susi, nelayan tua sudah sulit melaut, sehingga tidak memiliki penghasilan. Karena itu, dia menilai asuransi untuk nelayan sangat penting untuk menunjang kehidupan mereka saat berusia tua. Hal inilah yang mendorong Susi memutuskan menyumbangkan gajinya. "Gaji selama saya menjabat menteri," kata Susi, menegaskan.

    Sepanjang Sabtu, 1 November 2014, Susi mengunjungi berbagai tempat di Pangandaran, kampung halamannya. Momen ini dipakai Susi untuk menyekar orang tuanya, meninjau pelabuhan pendaratan ikan, dan mengikuti lelang di tempat pelelangan ikan. 

    Susi juga mengadakan pertemuan dengan nelayan dari sejumlah kabupaten, antara lain, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, dan Tegal. (Baca: Menteri Susi Nyekar ke Makam Orang Tua Pakai Heli)

    CANDRA NUGRAHA

    Berita Terpopuler
    Haji Lulung: Urusan dengan Ahok Belum Selesai

    Curhat Fadli Zon dan Hinaan Jilbab di Twitter

    Intervensi Hukum, Fadli Zon Dinilai Abuse of Power 

    Konflik PPP, Haji Lulung: Romi Itu Bodoh  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.