Sepekan Jadi Menteri, Andrinof Baru Bisa Pulang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bappenas/Menteri PPN Andrinof Chaniago  TEMPO/Subekti.

    Bappenas/Menteri PPN Andrinof Chaniago TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago punya rencana khusus untuk memanfaatkan akhir pekan pertamanya sebagai pejabat publik. (Baca: Temui Jokowi, Menteri Susi Izin Pulang Kampung.)

    Andrinof berniat pulang ke kediaman pribadinya di Depok setelah sepekan ngendon di Jakarta. "Sore ini saya mau pulang, sejak Jumat pekan lalu saya enggak bisa pulang," kata Andrinof kepada Tempo, Sabtu, 1 November 2014.

    Setelah dilantik menjadi menteri, Andrinof yang sebelumnya dikenal sebagai pengamat kebijakan publik ini tinggal di sebuah apartemen di Jakarta. Lantaran agendanya yang padat, Andrinof kesulitan menemukan waktu luang untuk berkumpul bersama keluarga. (Baca juga: Pulang Kampung, Menteri Susi Disambut Isak Tangis.)

    Juru bicara Bappenas, Thohir Affandi, mengatakan pada akhir pekan Andrinof masih punya tugas. Dia dijadwalkan menjadi pembicara di almamaternya, Universitas Indonesia. "Agendanya menghadiri acara temu alumni," kata Thohir. (Baca: Mensekneg Pratikno Ajukan Mundur Jadi Rektor UGM.)

    Presiden Joko Widodo melantik Andrinof sebagai salah satu anggota Kabinet Kerja di Istana, Senin, 27 Oktober 2014. Andrinof menjabat sebagai Kepala Bappenas menggantikan Armida Salsiah Alisjahbana. Andrinof yang menjabat Ketua Umum Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia ini diketahui turut menggagas Visi Indonesia 2033, pemikiran yang menawarkan konsep pembangunan Indonesia menuju negara maju pada 2033.

    AISHA SHAIDRA

    Berita Terpopuler
    Menteri Kominfo Mulai Bidik Situs Penyebar Fitnah  |
    MA Tolak Lantik Pimpinan DPR Tandingan 
    Haji Lulung: Urusan dengan Ahok Belum Selesai

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.