Saat Dahlan Iskan dan Rini Soemarno Saling Memuji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Istrinya Nafsiah Sabri saat menghadiri acara perpisahan di ahir masa jabatanya menjadi menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di gedung kementrian BUMN, Jakarta, 17 Oktober 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Istrinya Nafsiah Sabri saat menghadiri acara perpisahan di ahir masa jabatanya menjadi menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II di gedung kementrian BUMN, Jakarta, 17 Oktober 2014. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan memuji sosok penggantinya, Rini Mariani Soemarno. Dia yakin Rini mampu membawa BUMN lebih baik karena pengalamannya di bidang korporasi. Rini, kata Dahlan, memiliki usia lebih muda 10 tahun ketimbang dirinya. Walaupun begitu, Dahlan mengakui pengalaman Rini lebih banyak.

    "Saat saya masih jadi wartawan, Bu Rini sudah menjadi CEO Astra," kata Dahlan dalam acara pisah-sambut Menteri BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 31 Oktober 2014. Menurut Dahlan, Astra hingga kini merupakan salah satu kiblat manajemen di Indonesia, terlebih dalam praktek good corporate governance atau sistem manajemen yang bersih dan transparan. (Baca: Rini Tunggu Jokowi Putuskan Nasib Petral

    ‎Dahlan berharap Rini bisa membawa BUMN menjadi lebih korporat, bukan instansi. ‎‎Apalagi Rini dinilai tak hanya bisa menerapkan prinsip good corporate governance, tapi juga bisa bekerja secara clean and clear. Kepada Rini, Dahlan berpesan agar direktur utama yang kinerjanya baik diperpanjang. (Baca: Sebulan, Menteri Rini Bakal Tunjuk Enam Dirut BUMN

    Menurut Dahlan, untuk membentuk budaya korporasi di BUMN, dibutuhkan waktu yang tak pendek. "Sekeras-kerasnya bekerja, kalau cuma dua tahun menjabat, tidak akan bisa membentuk budaya korporasi," tuturnya. Sebaliknya, bagi direktur utama yang kinerjanya jelek harus segera dicopot. (Baca: 3 Dirut BUMN Jadi Menteri, Dahlan: Sangat Pantas)

    Rini mengakui Dahlan sebagai sosok profesional, baik saat menjadi wartawan maupun menjadi pengusaha. Rini mengenal Dahlan sudah sejak lama. Bahkan, dalam sepuluh tahun terakhir, mereka bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan Provinsi Kalimantan Timur. "Saya sempat takut karena beliau saat itu wartawan. Karena wartawan kan biasanya banyak mengkritik," kata Rini. (Baca juga: Selesaikan Gaji Merpati, Hari Ini Rini Panggil PPA)

    Rini berencana meneruskan program profesional yang sudah digagas oleh Dahlan selama beberapa tahun terakhir. Dia optimistis mampu membuat BUMN lebih transparan serta menjadi korporasi bersih. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan dukungan semua pihak. ‎"Saya juga berharap bisa lebih sering bertemu dengan Pak Dahlan untuk membicarakan pengembangan BUMN."

    FAIZ NASHRILLAH‎


    Baca yang Terpopuler
    Foto Porno Ini Bikin Penghina Jokowi Ditangkap 
    5 Serangan @TrioMacan2000 yang Bikin Gerah Pejabat
    Jaga Habitat Ikan, Menteri Susi Ceburkan Truk ke Laut
    Kisah Menteri Susi Makan Sepiring dengan Karyawan
    Cerita Menteri Susi Nge-Trail di Aceh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.