Proyek Jalan Tol Ini Jadi Prioritas Kabinet Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat melakukan pengerukan tanah di lokasi proyek pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II, Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa (20/5). Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II terbentang sepanjang 5,5 Kilometer antara Jalan Raya Bogor hingga Kukusan, merupakan bagian dari pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) yang totalnya mencapai 14,64 kilometer. TEMPO/Subekti

    Alat berat melakukan pengerukan tanah di lokasi proyek pembangunan Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II, Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa (20/5). Jalan Tol Cinere-Jagorawi Seksi II terbentang sepanjang 5,5 Kilometer antara Jalan Raya Bogor hingga Kukusan, merupakan bagian dari pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi (Cijago) yang totalnya mencapai 14,64 kilometer. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Subagyo mengatakan pemerintah akan mendahulukan pembangunan beberapa ruas jalan tol. Proyek tersebut menjadi prioritas Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo karena bisa mengurai kemacetan yang semakin parah.

    "Beberapa proyek jalan tol tersebut ada di sekitar Jakarta," kata Subagyo dalam konferensi pers tentang progres pengadaan lahan untuk pembangunan jalan tol, Kamis, 30 Oktober 2014. (Baca: Hari Ketiga, Menteri Basuki Cek Proyek Tol)

    Jalur tol yang menjadi prioritas adalah Cilincing-Cibitung (33,61 kilometer), Cinere-Serpong (10,14 kilometer), Cinere-Jagorawi (14,99 kilometer), Serpong-Kunciran (11,15 kilometer), dan Kunciran-Cengkareng (14,19 kilometer). Lahan untuk proyek-proyek ini sudah dibebaskan. (Baca: Juli 2015, Dua Tol Dalam Kota Jakarta Dibangun)

    Menurut Subagyo, ada dua hal yang menyebabkan ruas jalan tol di sekitar Jakarta masuk skala prioritas. Alasan pertama adalah kemacetan di dalam kota semakin parah sehingga membutuhkan alternatif baru untuk mengurainya. Alasan kedua adalah kenaikan harga lahan di wilayah terkait sangat cepat.

    Pesatnya kenaikan harga lahan terjadi salah satunya di jalur Cilincing-Cibitung. Subagyo mengatakan dana sebesar Rp 288 miliar yang sudah dialokasukan pemerintah tak lagi cukup untuk membebaskan lahan seluas 193,47 hektare di lokasi tersebut. "Dana yang dibutuhkan saat ini lebih dari Rp 4 triliun," ujarnya. (Baca: Proyek Jalan Tol Becakayu Kembali Digarap)

    Selain di sekitar Jakarta, pembangunan ruas tol trans-Jawa sepanjang 650 kilometer juga menjadi prioritas pemerintah. Ruas tol dari Cikampek hingga Jawa Timur ini penting untuk kelancaran arus mudik. "Intinya, proyek yang didahulukan menyangkut kepentingan orang banyak."

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    Berita Terpopuler
    Foto Porno Ini Bikin Penghina Jokowi Ditangkap 
    Dropout SMA, Ini Catatan Akademik Menteri Susi
    Cerita Susi Ngotot Pakai Helikopter ke Seminar

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.