Isu Kenaikan Harga BBM Benamkan Rupiah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (20/10). Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi menguat 30 poin menjadi Rp. 9.360 - Rp. 9.370 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya. TEMPO/Dinul Mubarok

    Tempat penukaran uang di Jakarta, Selasa (20/10). Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi menguat 30 poin menjadi Rp. 9.360 - Rp. 9.370 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya. TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis pasar uang dari PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong, memperkirakan pasar akan mengantisipasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak pada tahun ini. Menurut Lukman, kenaikan harga BBM ibarat pedang bermata ganda. Bila pemerintah tidak mampu meredam dampak inflasi akibat kenaikan harga, nilai tukar akan terdepresiasi. "Sebaliknya, bila pemerintah mampu menjaga harga barang, kurs akan menguat," katanya kepada Tempo.

    Pada perdagangan Rabu, 29 Oktober 2014, dolar Amerika Serikat melemah terhadap hampir seluruh mata uang dunia setelah Federal Reserve mengeluarkan pernyataan yang menenangkan pasar. Pelemahan dolar membuat rupiah menguat 87 poin (0,73 persen) ke level 12.083 per dolar. Penguatan ini mengakhiri depresiasi yang telah terjadi selama lima hari berturut-turut. (Baca: Pengamat: Pasar Tunggu Kerja Tim Ekonomi)

    Lukman menuturkan pertemuan The Fed memastikan stimulus pembelian obligasi dihentikan per Oktober 2014, tapi belum akan diteruskan dengan pengetatan moneter lebih lanjut. Pernyataan tersebut direspons dengan sukacita oleh pasar. "Mereka kembali bergairah mengoleksi aset-aset berisiko, termasuk rupiah," ujar Lukman. (Baca: Rupiah, Rupee, dan Yen Kompak Melemah)

    Setelah data-data ketenagakerjaan di AS mengalami improvisasi, bank sentral kini menunggu perkembangan inflasi sebelum memutuskan menaikkan suku bunga acuan. Dengan inflasi yang masih rendah di bawah 0,1 persen per September, kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga mulai mereda.

    Hari ini, Kamis, 30 Oktober 2014, rupiah diperkirakan akan berada di 12.040-12.180 per dolar AS dengan potensi melanjutkan penguatan. Namun penguatan bakal terbatas, mengingat tingginya permintaan akan dolar korporat menjelang akhir bulan.

    M. AZHAR           

    Berita Terpopuler
    Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan 

    Penghina Jokowi di Facebook Unggah Gambar Cabul

    Tak Mau MA Dipenjara, Keluarga Minta Bertemu Jokow


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.