Walhi: Menteri Amran Punya Tambang Emas  

Reporter

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Kendari - Sejumlah menteri anggota Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terus mendapat sorotan publik. Salah satunya adalah Menteri Pertanian Amran Sulaiman, yang disebut-sebut memiliki banyak bisnis, salah satunya di sektor pertambangan. (Baca juga: Relawan Kecewa dengan Susunan Kabinet Jokowi)

Menurut Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Wilayah Sulawesi Tenggara, Kisran Makati, menteri yang terkenal setelah menemukan racun tikus itu memiliki sedikitnya 10 investasi di bidang ekstraktif yang tersebar di Sulawesi Tenggara. Melalui bendera PT Tiran Group, Amran memiliki perusahaan pertambangan emas dan nikel di Bombana dan Konawe Utara serta investasi perkebunan sawit dan tebu di Konawe Selatan.

Kisran menilai Amran tidak pantas menjabat Menteri Pertanian karena tidak ada aktivitas pertambangan atau perkebunan yang ramah lingkungan dalam bisnisnya. "Tidak menerapkan standar hak asasi manusia, sosial, dan lingkungan dalam bisnisnya," kata Kisran kepada Tempo. (Baca: Keluarga Sujud Syukur Amran Jadi Menteri Pertanian)

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Amran. Bertolak belakang dengan Walhi, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dari Sulawesi Tenggara, Nur Salam Lada, menilai masuknya Amran sebagai anggota kabinet diyakini akan memberi dampak besar bagi sektor pertanian di wilayahnya. Bukan hanya karena pemahaman Amran di sektor pertanian, namun juga karena sang Menteri memiliki bisnis di sektor pertanian. "Potensi pertanian yang besar di Sulawesi Tenggara bisa digarap dengan lebih baik," ujarnya.

Nur Salam meminta susunan menteri dalam kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla tidak menjadi polemik. Sebaliknya, kata dia, masyarakat harus berfokus mengawal kerja pemerintah selama lima tahun ke depan. (Baca: Menteri Amran Fokuskan Kedaulatan Pangan)

ROSNIAWATY FIKRI

Berita Terpopuler
Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan 
Paripurna DPR Ricuh, Meja Rapat Digulingkan|
Tak Mau MA Dipenjara, Keluarga Minta Bertemu Jokow

 






Program Food Estate Dinilai Gagal, Apa Itu Food Estate?

7 hari lalu

Program Food Estate Dinilai Gagal, Apa Itu Food Estate?

Food estate menjadi Program Strategis Nasional 2020-2024 untuk menjaga ketahanan pangan di dalam negeri.


Kementan Klaim Tak Ada Petani Food Estate yang Rugi: Tinggal Ongkang-ongkang, Tahu-tahu Panen Dapat Duit

10 hari lalu

Kementan Klaim Tak Ada Petani Food Estate yang Rugi: Tinggal Ongkang-ongkang, Tahu-tahu Panen Dapat Duit

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengklaim tak ada petani food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan yang merugi.


Kementan: Pasokan Pangan Asal Ternak saat Nataru Aman

38 hari lalu

Kementan: Pasokan Pangan Asal Ternak saat Nataru Aman

Masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan stok pangan asal ternak.


Mentan Apresiasi Kinerja Ditjen PKH selama 2022

40 hari lalu

Mentan Apresiasi Kinerja Ditjen PKH selama 2022

Ditjen PKH berhasil memberantas Penyakit Mulut dan Kuku dan melaksanakan program pengembangan peternakan.


Ini 3 Alasan Bank Dunia Sebut Harga Beras di Indonesia Termahal se-Asia Tenggara

43 hari lalu

Ini 3 Alasan Bank Dunia Sebut Harga Beras di Indonesia Termahal se-Asia Tenggara

Bank Dunia menyebut ada tiga alasan harga beras di Indonesia lebih mahal dari sebagian besar negara-negara di Asia Tenggara.


Indonesia Kembali Latih Petugas Inseminasi Buatan Palestina

48 hari lalu

Indonesia Kembali Latih Petugas Inseminasi Buatan Palestina

Pelatihan ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang.


Kementan Tegaskan Telah Beli Alsintan Pabrikan Madiun Sesuai Kebutuhan

51 hari lalu

Kementan Tegaskan Telah Beli Alsintan Pabrikan Madiun Sesuai Kebutuhan

Pemerintah melakukan pembatasan pembelian karena mendapat keluhan dari petani.


Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani Akses lahan Pertanian

52 hari lalu

Jalan Usaha Tani Mudahkan Petani Akses lahan Pertanian

Petani di Jember mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Jalan Usaha Tani.


Kementan Gelar Pemeringkatan Informasi Publik Internal

53 hari lalu

Kementan Gelar Pemeringkatan Informasi Publik Internal

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong tiap unit kerja meningkatkan kemudahan akses informasi ke publik.


Kementan Gandeng Pengusaha Tingkatkan Produksi Pangan Asal Ternak

54 hari lalu

Kementan Gandeng Pengusaha Tingkatkan Produksi Pangan Asal Ternak

Kementan menggandeng 5 pelaku usaha bidang peternakan untuk mendongkrak investasi Penanaman Modal Dalam Negeri.