CT Titip Pesan Khusus untuk Menteri Energi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung tengah berbincang dengan sejumlah karyawan saat acara perpisahan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, 17 Oktober 2014. Tempo/Tony Hartawan

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung tengah berbincang dengan sejumlah karyawan saat acara perpisahan di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, 17 Oktober 2014. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Chairul Tanjung meminta Menteri Energi Sudirman Said menjadikan sektor energi sebagai bidang yang menyejahterakan masyarakat. (Baca juga: Usai Sertijab, Menteri Sudirman Langsung Rapat)

    Salah satunya, dengan memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan filosofis untuk menjalankan program kerja. "Seluruh kekayan tanah dan air, baik yang berada di permukaan atau di dalamnya, harus betul-betul untuk kesejahteraan rakyat," ujar CT seusai serah-terima jabatan di kantor Kementerian Energi, Rabu, 29 Oktober 2014. 

    CT juga berpesan agar Sudirman mengelola dengan baik iklim investasi di sektor migas dan pertambangan. Sebab, nilai investasi di sektor ini sangat besar dibanding lainnya. "Jika di kementerian lain nilai triliun rupiah sudah dianggap besar, di sini nilai puluhan triliun dianggap kecil," ujarnya. (Baca: Menteri Sudirman Minta Dua Hari Pelajari ESDM).

    Untuk itu, tutur CT, Sudirman harus memastikan iklim investasi kondusif. Salah satunya, dengan memberi kepastian hukum yang jelas. Tujuannya, agar para kontraktor minyak dan gas serta pertambangan mau menanamkan modalnya.

    Setelah menerima jabatan dari Chairul Tanjung, Sudirman langsung menggelar rapat pimpinan. "Saya akan undang seluruh direktur jenderal untuk membahas masalah-masalah yang tertunda dan seluruh program kerja prioritas," katanya. (Baca: Kenaikan Harga BBM Dibahas Hari Ini)

    Menurut Sudirman, rapat pimpinan yang digelar ini penting untuk mengurai sumbatan-sumbatan di sektor energi, kelistrikan, dan pertambangan. "Saya harus yakin seluruh mesin organisasi Kementerian Energi dan SKK Migas harus berfungsi dengan baik," ujarnya. (Baca: Pesan CT: Investasi Sektor Migas Harus Jujur).

    AYU PRIMA SANDI

    Berita Terpopuler
    Hina Jokowi di FB, Tukang Tusuk Sate Ini Ditahan 
    Paripurna DPR Ricuh, Meja Rapat Digulingkan
    Tak Mau MA Dipenjara, Keluarga Minta Bertemu Jokowi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.