Industri Bahan Baku Perlu Insentif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MS Hidayat. ANTARA/Andika Wahyu

    MS Hidayat. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Perindustrian Mohamad Suleman Hidayat menilai pemerintah kini punya tugas mendesak, yaitu memberikan insentif dan buat industri bahan baku. "Kalau tidak, lima tahun lagi kita bakal impor semua," kata Hidayat seusai serah-terima jabatan dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa 28 Oktober 2014.

    Saat memberikan sambutan serah-terima jabatan, Hidayat menuturkan tingginya ketergantungan terhadap impor barang modal, bahan baku, dan bahan penolong untuk industri dalam negeri merupakan satu dari tujuh tantangan industri dalam negeri. Tantangan lainnya antara lain ketersediaan infrastruktur pendukung seperti jalan dan pelabuhan, kurangnya pasokan gas untuk bahan baku energi, dan belum optimalnya insentif fiskal karena prosedur admintrasi yang rumit. (Baca: Rugi Kurs, BAJA Kurangi Impor Bahan Baku)

    Persoalan industri bahan baku ini diamini oleh Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Sudirman M. Rusdi. Menurut Sudirman, saat ini 95 persen industri mobil domestik masih bergantung pada bahan impor. (Baca: Industri Baja Keluhkan Bahan Baku)

    "Kalau industri bahan baku tersedia di dalam negeri, industri otomotif bisa lebih kompetitif lagi. Harusnya fokus di sini dulu," kata Sudirman.

    KHAIRUL ANAM


    Terpopuler
    Eva Sundari Kecewa Tak Jadi Menteri Jokowi 
    Ada 5 Kandidat Jaksa Agung, Siapa Dipilih Jokowi?
    Ditawari Tiga Pos, Kenapa Tjahjo Pilih Kemendagri? 
    Nama Susi Jadi Trending Topic di Twitter
    Gadis Ini Tur dengan Meniduri Pria di Kota Tujuan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.