Pemerintah Klaim Capai Swasembada Sapi Jantan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengklaim swasembada sapi jantan telah tercapai. Jumlah sapi jantan yang dimiliki pemerintah melalui Balai Inseminasi Buatan Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah mencapai 700 ekor. Jenis sapi tersebut antara lain simmental, limusin, brahman, peranakan ongole, Aceh, Madura, dan Bali.

    Menurut Syukur, jumlah itu menandakan tercapainya swasembada sebab telah mampu memenuhi kebutuhan semen beku untuk inseminasi buatan. Semen beku merupakan cairan yang berisi sel sperma sapi jantan. Cairan ini disuntikkan ke sapi betina agar terjadi pembuahan. Sapi jantan 700 ekor itu telah menghasilkan 5,3 juta dosis semen beku pada 2014. Jumlah itu jauh di atas kebutuhan semen beku nasional yang mencapai 3,8 juta dosis. "Sisanya diekspor ke Malaysia dan Asia Tengah," katanya kepada Tempo, Senin, 20 Oktober 2014. (Baca: Malaysia Berminat Impor Sapi Perah Indonesia)

    Syukur mengatakan pengelolaan sapi jantan untuk bibit paling tepat dikelola oleh pemerintah. Alasannya, biaya pemeliharaan sapi jantan sangat mahal. Sapi jantan yang dimiliki Kementerian Pertanian tersebar di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur; dan Balai Inseminasi Buatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. (Baca juga: Sapi Impor Masuk Malang, Sapi Lokal Tetap Mahal)

    Saat Tempo mengunjungi BIB Lembang, beberapa sapi jantan dipelihara dengan ketat. Petugas memastikan sterilisasi kandang dan kualitas pakan sapi. Bobot sapi rata-rata 850-1.200 kilogram. "Makannya sangat rakus. Ini yang membuat pemeliharaannya mahal," kata Kepala BIB Lembang Oloan Parlindungan.

    Syukur mengatakan swasembada sapi jantan tercapai sejak 2013. Sebelumnya, Indonesia beberapa kali mengimpor semen beku untuk kebutuhan inseminasi buatan. Swasembada sapi jantan merupakan tahap yang dilalui Kementerian Pertanian untuk menuju swasembada daging sapi. "Untuk swasembada daging sapi, kita masih berusaha," ujarnya. (Lihat: Kemarau Panjang, Ratusan Sapi Mati di NTT)

    AKBAR TRI KURNIAWAN

    Baca juga:

    KOI Tunggu Terobosan Menpora Baru
    Ditanya Tugas, Menteri Jokowi Kompak Jawab Begini
    34 Kemeja Putih Menteri Jokowi Beli di Tanah Abang
    Alumnus UI Dominasi Kabinet Kerja Jokowi-JK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.