'Mahasiswa Jangan Bercita-cita Jadi PNS'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diadakan Kementerian Kesehatan di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (3/11). Berdasarkan data KemenPAN dan RB serta Badan Kepegawaian Negara, jumlah peserta ujian CPNS Nasional yang lolos seleksi administrasi sebanyak 963.872, dengan formasi total 65 ribu posisi, 25 ribu untuk pusat dan 40 ribu daerah, sedangkan tenaga honorer sebanyak 109 ribu. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Peserta mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diadakan Kementerian Kesehatan di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (3/11). Berdasarkan data KemenPAN dan RB serta Badan Kepegawaian Negara, jumlah peserta ujian CPNS Nasional yang lolos seleksi administrasi sebanyak 963.872, dengan formasi total 65 ribu posisi, 25 ribu untuk pusat dan 40 ribu daerah, sedangkan tenaga honorer sebanyak 109 ribu. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Makassar - Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan Amirullah Abbas mengatakan mahasiswa tidak boleh berorientasi ingin menjadi pegawai negeri sipil. Sebab, kuota untuk PNS setiap tahun sangat terbatas. "Tidak sebanding dengan jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun di seluruh Indonesia," ujar Amirullah kepada Tempo, Senin, 20 Oktober 2014.

    Menurut dia, sejak mahasiswa, keinginan untuk menjadi pengusaha juga harus dimunculkan dari dalam diri mahasiswa. Supaya tak lama menganggur setelah mendapat gelar sarjana karena berharap jadi PNS. "Padahal gaji PNS juga tidak terlalu besar," tutur Amirullah.

    Dia mengatakan rendahnya minat sarjana muda menjadi pengusaha membuat jumlah pengusaha di Indonesia belum mencapai 2 persen dari total jumlah penduduk. Padahal pengusaha yang paling banyak menyumbangkan pajak bagi pembangunan. "Alasan mereka semua sama: tidak punya modal," kata Amirullah.

    Amirullah menyatakan saat ini persoalan modal bukan lagi alasan untuk tidak berusaha. Sebab, banyak lembaga, baik milik pemerintah maupun swasta, yang siap membantu. Sepanjang ide usaha yang ingin dilakukan memiliki potensi yang baik. "Dan, ketika gagal, jangan cepat putus asa, karena yang namanya usaha pasti harus gagal dulu," ujarnya.

    Salah satu penyebab anak muda tidak tahan banting, tutur dia, adalah karena selama di kampus tidak pernah merencanakan untuk memulai usaha ketika lulus menjadi sarjana. Mahasiswa hanya fokus menyelesaikan tugas dengan harapan menjadi PNS. "Sembari belajar, kampus juga harus menjadi tempat untuk merencanakan usaha," katanya.

    MUHAMMAD YUNUS

    Topik terhangat:

    Pelantikan Jokowi | Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Pelantikan Presiden: SBY Menangis, Jokowi Kaku 
    Surat Terbuka Anas Urbaningrum untuk Jokowi
    Misteri Amien Rais yang Absen di Pelantikan Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.