Tunggu Kabinet, Saham Blue Chip Bakal Terkoreksi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang saham menonton pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK di Dealing Room Mandiri Sekuritas, Jakarta, 20 Oktober 2014. Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,79% ke level 5.068,58 pada perdagangan Senin (20/10/2014). Tempo/Tony Hartawan

    Pialang saham menonton pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK di Dealing Room Mandiri Sekuritas, Jakarta, 20 Oktober 2014. Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,79% ke level 5.068,58 pada perdagangan Senin (20/10/2014). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa, 21 Oktober 2014, diprediksi masih bergerak datar. Euforia pelantikan Presiden Joko Widodo yang mendorong sebagian besar saham membiru kemarin diperkirakan akan dibarengi aksi jual yang cukup tinggi. (Baca: Jokowi Dilantik, Pengunjung Hotel Naik)

    Pagi ini indeks dibuka menguat tipis 0,13 persen ke posisi 5.057,288 dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin 5.040,532. Menurut analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih, indeks hari ini masih dipengaruhi pergerakan dan isu regional. (Baca: Pelantikan Jokowi Gairahkan Bursa Saham)

    Pada pembukaan perdagangan pagi ini, beberapa saham unggulan di bursa Eropa dan Amerika Serikat merah. Oleh sebab itu, kata Al Fatih, tidak mengherankan bila indeks saham di beberapa lantai bursa Asia pagi ini bergerak mixed. "Nikkei Jepang bahkan minus," ujarnya saat dihubungi, Selasa, 21 Oktober 2014. (Baca: BI Berharap Efek Positif Jokowi Berlanjut Konkret)

    Selain faktor ekternal, kinerja saham hari ini dipengaruhi sentimen dalam negeri di tengah ketidakkepastian kabinet yang akan diumumkan Presiden Jokowi, termasuk rencana jangka pendek pemerintah baru untuk menaikkan harga bahan bakar minyak. "Pasar menunggu. Tidak mudah merealisasikan semua janji," kata dia.

    Dengan kondisi itu, Fatih memprediksi indeks akan bergerak di kisaran level 5.000-5.100 dengan support awal di angka 5.027. Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan Rp 12.000 per dolar Amerika Serikat. "Akan ada sedikit koreksi," ujarnya. Kemarin rupiah bergerak di kisaran Rp 12.004-12.880 per dolar AS.

    Sebanyak 192 saham menguat, 84 saham stagnan, dan 127 saham mengalami pelemahan. Total saham yang ditransaksikan mencapai 403 saham. Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 6,1 triliun dan Rp 1,4 triliun di pasar negosiasi. Investor asing mencatatkan pembelian saham bersih (net foreign buy) sebesar Rp 760,2 miliar.

    JAYADI SUPRIADIN

    Terpopuler:
    Risma Dukung Harga BBM Naik
    Karyawan Sambut Jokowi, Pengusaha Beri Toleransi
    Jokowi Dilantik, Harga Emas Malah Melorot
    Pelantikan Jokowi, Penumpang KRL Membludak
    Karyawan Bank Ikut Nonton Pesta Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.