Kereta Jayabaya Meluncur, Tarifnya Lebih Mahal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengamati kereta Ekonomi AC Matarmaja produksi PT. INKA di Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 13-8, 2012. Kereta Ekonomi AC Matarmaja tujuan Jakarta (Stasiun Pasar Senin) ini akan dioperasikan pada 14-8, 2012 dengan Tarif Rp. 210.000/per orang. Tempo/Aris Novia Hidayat

    Pengunjung mengamati kereta Ekonomi AC Matarmaja produksi PT. INKA di Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, 13-8, 2012. Kereta Ekonomi AC Matarmaja tujuan Jakarta (Stasiun Pasar Senin) ini akan dioperasikan pada 14-8, 2012 dengan Tarif Rp. 210.000/per orang. Tempo/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api meluncurkan kereta api jarak jauh menengah Jayabaya kelas ekonomi. Kereta ini melayani relasi Pasar Senen (Jakarta)-Malang dan Malang-Pasar Senen mulai Sabtu, 18 Oktober 2014. (Baca: Baru Meluncur, Tiket Kereta Jayabaya Ludes)

    Direktur PT Kereta Api Ignasius Jonan mengatakan meski berstatus kelas ekonomi, tarif Kereta Jayabaya berbeda dibandingkan yang lain. Sebab, kereta ini tidak diberi subsidi atau tanpa public service obligation (PSO). "Karena itu, harganya cukup tinggi," kata Jonan di Stasiun Pasar Senen.

    Jonan mengatakan kereta ini bisa mengangkut 608 penumpang sekali jalan. Dalam satu gerbong, ada 80 orang yang bisa diangkut. Untuk Kereta Jayabaya, PT Kereta Api mematok tarif batas atas Rp 400.000 dan batas bawah Rp 190.000. (Baca juga: KAI Diminta Buka Rute ke Ambarawa)

    Kereta jarak menengah jauh ini dilengkapi fasiitas yang cukup baik untuk kereta kelas ekonomi, di antaranya pendingin udara (AC), stop kontak atau colokan listrik di masing-masing tempat duduk, toilet duduk dengan ruang yang cukup lapang, dan fasilitas bagi penumpang cacat atau difabel.

    Kereta Jayabaya menjalani pemberangkatan perdana dari Stasiun Senen pukul 12.15 WIB. Kereta ini dijadwalkan tiba di Stasiun Malang pukul 02.00 WIB. Rencananya, kereta ini menempuh perjalanan melewati rute jalur utara. (Baca: Rel Pintas Bandung-Cirebon Rampung 2017)

    MAYA NAWANGWULAN

    Berita Terpopuler
    Diberi Hormat Prabowo, Mengapa Jokowi Membungkuk?
    Jokowi Sambangi Prabowo, Rupiah Melesat 120 Poin
    Prabowo: Jokowi Seorang Patriot


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.