Baru Meluncur, Tiket Kereta Jayabaya Ludes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Penumpang Kereta api ekonomi Matarmaja jurusan Malang-Jakarta tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 3 Agustus 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah Penumpang Kereta api ekonomi Matarmaja jurusan Malang-Jakarta tiba di Stasiun Senen, Jakarta, 3 Agustus 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Malang - PT Kereta Api meluncurkan Kereta Jayabaya kelas ekonomi plus tujuan Malang-Jakarta di Stasiun Kota Baru, Malang, Sabtu, 18 Oktober 2014. Baru diluncurkan, tiket kereta berkapasitas 600 penumpang ini langsung habis. "Habis hingga perjalanan tiga hari ke depan," kata Wakil Kepala Stasiun Kota Baru Suyoto kepada Tempo.

    Menurut Suyoto, sejak dipromosikan selama sepekan tiket perjalanan Kereta Jayabaya diserbu pembeli. Maklum saja, selama promosi harga tiket kereta ini dipatok Rp 185 ribu, lebih murah dari harga normal yang mencapai Rp 250 ribu. (Baca juga: KAI Diminta Buka Rute ke Ambarawa)

    Berbeda dengan Kereta Matarmaja kelas ekonomi atau Gajayana kelas eksekutif Malang-Jakarta yang melintasi jalur selatan, Kereta Jayabaya melintasi jalur utara. Akibatnya, waktu tempuh kereta ini lebih singkat, dari 17 jam (jika melalui jalur selatan) menjadi hanya 13 jam.

    Setiap hari, Kereta Jayabaya berangkat dari Malang pukul 10.45 WIB. Kereta Jayabaya menjadi alternatif bagi warga Malang yang hendak pergi ke Jakarta dan selama ini menggunakan Kereta Gajayana, Matarmaja, dan Majapahit. (Baca juga: Subsidi Kereta Jarak Jauh Masih Dihitung)

    Wahyudi, salah seorang penumpang Kereta Jayabaya, mengaku kursi di dalam gerbongnya lebih lapang dan nyaman. Kereta ini menjawab keinginan Wahyudi untuk bertemu dengan keluarganya setiap pekan, dengan waktu tempuh yang lebih singkat.

    EKO WIDIANTO

    Berita Terpopuler
    Diberi Hormat Prabowo, Mengapa Jokowi Membungkuk?
    Usai Jumatan, Ormas Islam Menuju Balai Kota
    Jokowi Sambangi Prabowo, Rupiah Melesat 120 Poin
    Prabowo: Jokowi Seorang Patriot


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.