Harga BBM Naik, Inflasi Bisa Sampai 8,47 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pedagang menata bahan makanan jualannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/1). ANTARA/Zabur Karuru

    Seorang pedagang menata bahan makanan jualannya di Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/1). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi pada akhir tahun ini bakal mengerek angka inflasi. Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti, lembaganya telah menghitung dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap perekonomian tahun ini maupun tahun depan. (Baca: Tahun Ini Tak Ada Pembatasan BBM)

    Kenaikan harga BBM akan menghemat subsidi bahan bakar sebesar Rp 141 triliun. Namun di sisi lain, inflasi bakal terdongkrak oleh kenaikan harga. Pertumbuhan ekonomi juga diperkirakan hanya 5,23 persen hingga akhir tahun, di bawah target pemerintah sebesar 5,5 persen. "Kenaikan BBM sebesar Rp 3.000 akan menghasilkan inflasi sebesar 8,47 persen," kata Destry di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2014. (Baca: September, Kuota BBM Subsidi Tinggal 24,14 Persen)

    Dampak kenaikan harga terhadap inflasi diperkirakan hanya terasa dalam waktu tiga bulan. Setelah itu, kata Destry, inflasi akan kembali turun di kisaran 5,22 persen. "Berdasarkan pengalaman selama ini, kenaikan inflasi terjadi dalam satu putaran dan setelah itu akan kembali normal," katanya. (Baca: BBM Naik Rp 3000, Pemerintah Hemat Rp 158 Triliun)

    Dengan perhitungan kenaikan sebesar Rp 3.000, defisit transaksi berjalan akhir tahun 2014 diprediksi akan berada di posisi 3,13 persen. Sedangkan defisit transaksi berjalan di tahun 2015 akan turun menjadi 2,74 persen. Pertumbuhan ekonomi 2015 juga diprediksi berada di posisi 5,1 persen.

    Menurut Destry, kenaikan harga BBM di bulan November 2014 jauh lebih tepat dibandingkan dengan 2015. Investor akan melihat pemerintah mengalokasikan perubahan subsidi tersebut menjadi hal yang lebih produktif. "Investor melihat BBM harus cepat naik karena kenaikan itu akan digunakan untuk belanja infrastruktur. Pemerintah juga punya kepastian untuk anggaran 2015," ujarnya.

    MAYA NAWANGWULAN

    Berita Terpopuler
    Ini Kata JK Soal Sri Mulyani Jadi Calon Menteri
    Tak Sreg dengan Taufik, Ini Cawagub Pilihan Ahok
    Soal Muktamar PPP Surabaya, Kubu SDA: Tidaaaak...
    Perpu Pilkada Bisa Hambat Ahok Jadi Gubernur?
    Perpisahan SBY, Aktivis Yogya Gelar Demo Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.