Analis: Rupiah Menguat Tipis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi mata uang dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Woori Korindo Securities, Reza Priyambada, memprediksi nilai tukar rupiah akan bergerak positif hari ini. "Meski dibarengi dengan menguatnya dolar Amerika Serikat," katanya kepada Tempo, Rabu, 15 Oktober 2014. (Baca: Jokowi Belum Dilantik, Rupiah Masih Melemah)

    Reza menjelaskan, penguatan dolar AS merupakan imbas melemahnya mata uang euro. Hal tersebut merupakan respons atas masih rendahnya inflasi di Inggris dan beberapa negara di kawasan Eropa. Rendahnya inflasi tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang masih lemah. (Berita lain: Lion Group Bakal Kelola Bandara Halim)

    Reza yakin sentimen positif dari domestik akan menjadi amunisi menghijaunya pergerakan rupiah. Adanya rilisan bahwa Indonesia masih menjadi negara yang menarik untuk berinvestasi membuat laju rupiah sedikit terangkat. Sebelumnya, rupiah terkoreksi oleh kecemasan global terhadap kenaikan Fed Fund Rate.

    Hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di atas level resisten Rp 12.196 per dolar AS. Ada kemungkinan rupiah menguat tipis. "Meski terkadang masih terhalangi oleh sentimen penguatan dolar AS," ujarnya. Kurs tengah BI, kata dia, berada pada Rp 12.204-12.190 per dolar AS.

    DINI PRAMITA

    Terpopuler:
    Mark Zuckerberg Pamer Foto Blusukan di Akun FB 
    Berkas Novel Siap Dilimpahkan ke Kejaksaan
    Upah Minimum Malang Diusulkan Naik 17 Persen
    Bangun Bandara Halim, Lion Gandeng Adhi Karya 
    Bank Syariah di Makassar Terus Bertambah
    Lion Air Lengkapi Bandara Halim dengan Monorel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.