Bappenas: Tiga Tantangan Jokowi di Bidang Ekonomi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi-Jusuf Kalla, beri keterangan pers usai pertemuan tertutup, di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jakarta, 15 September 2014. Jokowi umumkan susunan kabinetnya akan terdiri dari 34 kementerian yang akan diisi oleh 18 kalangan profesional dan 16 kalangan profesional partai politik. TEMPO/Imam Sukamto

    Jokowi-Jusuf Kalla, beri keterangan pers usai pertemuan tertutup, di Kantor Transisi Jokowi-JK, Jakarta, 15 September 2014. Jokowi umumkan susunan kabinetnya akan terdiri dari 34 kementerian yang akan diisi oleh 18 kalangan profesional dan 16 kalangan profesional partai politik. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Negara/Kepala Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Alisjahbana, mengingatkan presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla ihwal tantangan yang akan mereka hadapi di bidang ekonomi.

    "Tantangannya semakin sulit, terutama soal fiskal dan makroekonomi," katanya setelah menghadiri acara perpisahan di kantornya, Selasa malam, 14 Oktober 2014. (Baca juga: Jokowi Hadapi Tantangan di Sektor Perdagangan)

    Tantangan pertama, kata Armida, adalah ruang fiskal yang sempit peninggalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Armida menyarankan Jokowi-Kalla bertindak cepat menutup lubang defisit anggaran agar roda pemerintahan terus berputar. (Baca juga: Dua Tantangan Ekonomi Hadang Pemerintahan Jokowi)

    Armida mengatakan tantangan kedua yang bakal dihadapi Jokowi-Kalla yakni minimnya raihan pajak serta membengkaknya anggaran subsidi. Saat ini, kata dia, harga minyak dunia berada pada titik terendah, namun kurs dolar melambung. Karena itu, rencana kenaikan harga bahan bakar bersubsidi harus dihitung dengan matang.

    Sedangkan tantangan ketiga adalah serapan anggaran yang rendah, yang berada di kisaran 55 persen. Namun, di tengah kondisi tersebut, Armida mengatakan kondisi arus kas (cash-flow) negara masih aman dan dia berharap Jokowi-Kalla menjaga hal itu dengan cermat. "Itu harus menjadi fokus perhatian," ujarnya.

    JAYADI SUPRIADIN

    Berita Terpopuler
    Pendiri Facebook Temui Jokowi, VOA Islam Berang
    Komentari FPI, Akun Megawati Ditanya Balik 
    3 Orang Ini Calon Kuat Jaksa Agung Kabinet Jokowi 
    KPK: Jokowi Clear!  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.