Bank Mandiri Incar Dana Pensiun Perusahaan Migas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana di sebuah Angjungan Tunai (ATM) bank Mandiri, di Jakarta, (31/1). PT Bank Mandiri Tbk akan menjual sukuk ritel (obligasi berbasis syariah) senilai Rp 95 miliar. Foto: TEMPO/Wahyu Setiawan

    Suasana di sebuah Angjungan Tunai (ATM) bank Mandiri, di Jakarta, (31/1). PT Bank Mandiri Tbk akan menjual sukuk ritel (obligasi berbasis syariah) senilai Rp 95 miliar. Foto: TEMPO/Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan (DPLK) Bank Mandiri berniat untuk menyasar pengelolaan pensiun karyawan perusahaan minyak dan gas. Direktur Keuangan dan Umum DPLK Mandiri Rudi Rahman mengatakan sektor tersebut memiliki potensi yang sangat besar. "Mandiri DPLK telah merancang strateginya," katanya, Selasa, 14 Oktober 2014.

    Rudi mengatakan ada empat strategi yang akan dilakukan. Strategi pertama, kata dia, mendorong peningkatan mutu layanan. "Dengan pencapaian ISO 9001:2008 mengenai sistem manajemen mutu, dia optimistis dapat menarik kepercayaan perusahaan migas. (Baca: Anggaran Pensiun PNS Rp302 Miliar Tak Ada Laporan?)

    Strategi kedua adalah dengan menempatkan karyawan khusus untuk mengelola pensiun sektor migas. Cara ketiga adalah memaksimalkan penggunaan teknlogi informasi untuk konsultasi dan after sales service. Sedangkan strategi keempat, kata Rudi, adalah memanfaatkan dukungan dari Bank Mandiri untuk masuk ke sektor migas. (Baca: OECD Sarankan Infrastruktur Dibiayai Dana Pensiun)

    Direktur Komersial DPLK Mandiri Febrina Amrah Putri mengatakan perusahaan migas memiliki potensi dari sisi dana kelolaan (asset under management/AUM) dan peserta. Perusahaan migas juga dapat meningkatkan AUM sehingga berpotensi menggenjot ekspansi bisnis dana pensiun retail. "Sebab, tenaga kerja di sektor migas saat ini cukup banyak."

    DINI PRAMITA

    Berita Terpopuler
    Fahri Hamzah Kritik Popularitas Jokowi di Internet
    Pendiri Facebook Temui Jokowi, VOA Islam Berang
    Komentari FPI, Megawati Ditanya Balik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.