Rp 20 Triliun DPLK Perusahaan Migas Belum Tergarap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan dan Umum Dana Pensiun dan Lembaga Keuangan (DPLK) Bank Mandiri Rudi Rahman mengatakan tengah mengincar pengelolaan dana pensiun dari perusahaan minyak dan gas (migas). Sebab. kata dia, potensi bisnisnya sangat besar.

    Menurut Rudi, saat ini ada Rp 20 triliun dana pensiun perusahaan migas yang belum dikelola. DPLK Bank Mandiri pun mengincar jatah pengelolaan minimal 25 persen dari dana tersebut. "Kami sangat siap untuk mengelolanya," katanya, Selasa, 14 Oktober 2014.

    Rudi mengatakan ada empat strategi yang akan dilakukan. Strategi pertama, kata dia, mendorong peningkatan mutu layanan. "Dengan pencapaian ISO 9001:2008 mengenai sistem manajemen mutu, dia optimistis dapat menarik kepercayaan perusahaan migas. (Baca: Anggaran Pensiun PNS Rp302 Miliar Tak Ada Laporan?)

    Strategi kedua adalah dengan menempatkan karyawan khusus untuk mengelola pensiun sektor migas. Cara ketiga adalah memaksimalkan penggunaan teknlogi informasi untuk konsultasi dan after sales service. Sedangkan strategi keempat, kata Rudi, adalah memanfaatkan dukungan dari Bank Mandiri untuk masuk ke sektor migas. (Baca: OECD Sarankan Infrastruktur Dibiayai Dana Pensiun)

    Direktur Komersial DPLK Mandiri Febrina Amrah Putri mengatakan perusahaan migas memiliki potensi dari sisi dana kelolaan (asset under management/AUM) dan peserta. Perusahaan migas juga dapat meningkatkan AUM sehingga berpotensi menggenjot ekspansi bisnis dana pensiun retail. "Sebab, tenaga kerja di sektor migas saat ini cukup banyak."

    DINI PRAMITA

    Berita Terpopuler
    Fahri Hamzah Kritik Popularitas Jokowi di Internet
    Pendiri Facebook Temui Jokowi, VOA Islam Berang
    Komentari FPI, Megawati Ditanya Balik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.