Kabut Asap, Pesawat Berani Terbang tapi Takut Mendarat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabut asap tebal di sekitar jembatan Ampera dan Sungai Musi Palembang. TEMPO/Parliza Hendrawan

    Kabut asap tebal di sekitar jembatan Ampera dan Sungai Musi Palembang. TEMPO/Parliza Hendrawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menyatakan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, terbuka untuk penerbangan meski masih diselimuti asap tipis. Jarak pandang disebutkan terukur 800-1.000 meter hingga Selasa siang, 14 Oktober 2014.

    "Operasional bandara untuk saat ini tetap dibuka," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Adravida Barata dalam keterangan resmi, Selasa, 14 Oktober 2014. (Baca: Kabut Asap Bekap Bandara Palembang)

    Sekalipun bandara masih dibuka, belum ada pesawat yang mendarat karena terganggu kabut asap. Ia menjelaskan, Garuda Indonesia terpaksa membatalkan satu penerbangannya yang mengambil rute Jakarta-Palembang. Sementara itu, ada lima penerbangan yang ditunda karena gangguan yang sama. Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Citilink, dan Lion Air tercatat menunda penerbangan pesawat mereka.

    Tapi, Barata menambahkan, "Sudah ada beberapa penerbangan yang take off dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II untuk pagi ini." Penerbangan itu dilakukan pesawat Garuda Indonesia bernomor GA 103 dan Lion Air bernomor JT 246 dengan. Keduanya mengambil rute Palembang-Jakarta.

    Kemarin pagi, kabut asap juga tampak di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. "Namun seluruh penerbangan normal dengan jarak pandang 2.500 meter," ujar Barata. (Baca: Lagi, Polda Riau Tangkap Dua Pembakar Lahan )

    Sebelumnya, Ahad, 12 Oktober 2014, ada satu penerbangan Garuda Indonesia dengan rute Jakarta-Pekanbaru yang dialihkan ke Batam akibat gangguan kabut asap. (Baca:Pemadaman Gagal, Asap di Pekanbaru Makin Pekat)

    MARIA YUNIAR

    Terpopuler
    Sri Mulyani Calon Menteri, DPR: Rakyat Dikibuli 
    Kabinet Jokowi, Nama Sri Mulyani dan Jonan Mencuat
    Zuckerberg ke Jokowi, Blusukan Itu Apa?
    Fahri Hamzah Kritik Popularitas Jokowi di Internet  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.