Hanya 5 Persen Pelancong Indonesia Diasuransikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah turis berjalan di dermaga Chumphon untuk menyebrang ke pulau Koh Tao di Thailand, 19 September 2014. REUTERS

    Sejumlah turis berjalan di dermaga Chumphon untuk menyebrang ke pulau Koh Tao di Thailand, 19 September 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data World Tourism Organization tahun 2012, hanya 5 persen pelancong asal Indonesia yang sudah memproteksi diri dengan asuransi perjalanan.‎ "Ini karena minimnya edukasi. Bahkan, kalaupun ada yang membeli asuransi itu karena disyaratkan untuk bikin visa," kata Head of Personal Accident PT Allianz Utama Indonesia Mariani Solihah di Jakarta, Senin, 13 Oktober 2014.

    Menurut Mariani, pada tahun 2012, jumlah orang Indonesia yang melancong ke luar negeri meningkat 8,5 persen menjadi 7,6 juta orang. Negara tujuan yang paling banyak dikunjungi orang Indonesia adalah Singapura sebanyak 34 persen, Malaysia 28 persen, dan Cina sebanyak 8,1 persen. "Artinya, potensi risiko dalam bepergian ke mancanegara selalu ada," katanya. (Baca: Kedutaan Korsel Gelar Festival Kebudayaan)

    Risiko, kata Mariani, diartikan sebagai ketidakpastian serta kemungkinan kerugian. Adapun risiko yang biasanya berpotensi dihadapi oleh para pelancong, misalnya, batalnya keberangkatan, kehilangan barang dan dokumen, hingga kecelakaan diri dan kematian.

    ‎Allianz sendiri, kata dia, menyediakan beberapa kategori produk asuransi perjalanan. Kategori pertama adalah produk yang terkait dengan ketidaknyamanan seperti kehilangan barang, uang, dan dokumen. ‎Kategori kedua adalah medical expense, yang meliputi penyakit bawaan yang terjadi selama perjalanan. Adapun kategori terakhir adalah k‎ecelakaan diri dan cacat tetap yang terjadi saat perjalanan. "Santunan bagi yang meninggal dunia dan cacat tetap karena kecelakaan bisa sampai US$ 100 ribu," tutur Mariani. ‎‎(Baca: Indonesia Surga Wisata MICE Dunia)

    Sebenarnya Kementerian Perhubungan melalui peraturan menteri juga sudah mengatur soal keharusan badan usaha angkutan udara untuk menyediakan perlindungan bagi penumpang. Namun klaim yang bisa didapatkan terbatas. "Misalnya penundaan keberangkatan, kalau karena cuaca tak bisa diklaim," Mariani menambahkan. (Baca: Omzet Wisata Syariah Capai Rp 1.659 Triliun)

    FAIZ NASHRILLAH


    Terpopuler:
    Di Yogya, Zuckerberg Coba Facebook di Pos Ronda
    Pengganti Ahok Mantan Koruptor, Ini Kata Gerindra
    Video Penganiayaan Murid SD di Bukittinggi Beredar
    Di Yogya, Bos Facebook Selfie Bareng Ibu-ibu 
    Hadapi Koalisi Prabowo, Jokowi Mesti Pakai Jurus Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.