Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Kaltim  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang calon penumpang melintasi ruang tunggu di Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau, 17 September 2014. Kabut asap yang berasal dari 248 titik api disejumlah wilayah di Sumatera mengakibatkan sejumlah penerbangan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II mengalami penundaan. ANTARA/Wahyu Putro A

    Seorang calon penumpang melintasi ruang tunggu di Bandara Sultan Syarif Kasim II Riau, 17 September 2014. Kabut asap yang berasal dari 248 titik api disejumlah wilayah di Sumatera mengakibatkan sejumlah penerbangan melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II mengalami penundaan. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.COBalikpapan - Kabut asap masih menganggu penerbangan antar kota di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Senin, 13 Oktober 2014. Beberapa bandara terpaksa tidak melayani penerbangan, di antaranya Bandara Melak, Kutai Barat, dan Samarinda. “Gangguan asap terutama terjadi di kawasan Kutai Barat,” kata Gatot Riyadi, Kepala Bandara Tanjung Harapan, Senin, 13 Oktober 2014.

    Gangguan asap itu antara lain mengganggu maskapai Kalstar yang melayani rute penerbangan Tarakan-Tanjung Selor-Samarinda- Melak-Balikpapan. Lantaran wilayah Samarinda dan Kutai Barat terpapar kabut asap yang tebal, penerbangan pun ditunda. “Pihak bandara tentu tidak mau berspekulasi. Keselamatan penumpang adalah hal utama,” kata Gatot. (Baca: Kabut Asap, Bandara Melalan Melak Ditutup 3 Hari)

    Menurut Gatot, Bandara Tanjung Harapan juga sempat ditutup Selasa lalu karena jarak pandang hanya 800-900 meter, jauh dari jarak aman 2 kilometer. Walhasil, enam penerbangan tidak bisa dijalankan. “Maskapai yang mengalihkan rutenya,” ujar Gatot.

    Adi Prasetyo, salah satu penumpang pesawat yang kena imbas kabut asap, menyebut penerbangan berjalan normal saat lepas landas dari Bandara Juata, Tarakan. Namun, pesawat yang ditumpanginya  tertahan di Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara.

    “Penumpang diminta menunggu hingga kondisi cuaca di Samarinda cukup cerah agar pesawat bisa melanjutkan penerbangan,”  ujar Adi, yang hendak menuju Balikpapan. (Baca: Sekolah di Palangkaraya Libur 2 Hari karena Asap)

    Saat cuaca cerah, Adi melanjutkan, pesawat akhirnya melanjutkan penerbangan menuju Samarinda. Setibanya di Samarinda, penerbangan tertunda kembali karena menunggu membaiknya jarak pandang penerbangan pesawat di Samarinda.

    “Saya sudah bersiap naik taksi dari Samarinda menuju Balikpapan  jika pesawat dari Samarinda tidak bisa berangkat. Untunglah jadi berangkat,” kata Ali. Gara-gara asap, Ali butuh waktu sekitar enam jam untuk menempuh rute Tarakan-Balikpapan. Padahal, jika penerbangan normal, ia cuma butuh waktu 35 menit.

    SG WIBISONO

    Terpopuler
    Di Yogya, Zuckerberg Coba Facebook di Pos Ronda
    Pengganti Ahok Mantan Koruptor, Ini Kata Gerindra
    Amir Syamsuddin: Nurhayati Sudah Diberi Sanksi
    Zuckerberg Lihat Sunrise di Borobudur Luput dari 'Radar'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.