Boediono Sarankan Jokowi Cari Menkeu Konservatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Boediono saat rapat di Istana Negara, Jakarta, 4 Agustus 2014. TEMPO/Subekti

    Wakil Presiden Boediono saat rapat di Istana Negara, Jakarta, 4 Agustus 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Boediono mengatakan saat ini Indonesia membutuhkan Menteri Keuangan yang konservatif dalam mengelola fiskal. Menurut dia, dalam satu tahun ke depan, gejolak eksternal akan cukup tinggi dan bisa berdampak bagi perekonomian nasional. (Baca: Pengamat Minta Jokowi Gaet Koalisi dengan Menteri)

    Pernyataan itu disampaikan Boediono saat ditanya ihwal siapa orang yang tepat menduduki posisi Menteri Keuangan dalam kabinet pemerintah presiden terpilih Joko Widodo. "Harus dijaga dari sisi fiskal. Cari menteri keuangan yang konservatif yang sudah tahu dalam mengelola APBN," kata Boediono kepada Tempo di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2014. (Baca: Akan Lengser, Chairul Tanjung seperti Bang Toyib)

    Menurut Boediono, Menteri Keuangan yang konservatif dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan fiskal antara belanja negara dan defisit anggaran. Dia menyarankan pemerintah tidak terlalu agresif dalam belanja untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi, namun tidak memperhitungkan kemampuan anggaran dan kondisi eksternal. "Jangan sok gagah-gagahan defisit sekian tak apa-apa. Memang perekonomian bisa tumbuh dalam satu tahun, tapi ke sananya akan anjlok," katanya. (Baca: Saring Kandidat Menteri, Jokowi: Ada 33 Menteri)

    Kondisi eksternal yang dimaksud adalah kebijakan pengetatan moneter oleh Amerika Serikat yang masih akan dilakukan hingga tahun depan. Indonesia, kata dia, tak bisa lepas dari kondisi tersebut, sehingga pengaruhnya akan langsung terasa. Ini berbeda dengan periode sebelum 1990, saat faktor global tidak terlalu berpengaruh bagi perekonomian domestik. (Baca: Koalisi Pro-Prabowo Bakal Ubah UU Perbankan dan Migas)

    "Tahun 1990 paling hanya terkait harga minyak. Sekarang kita bisa saja tiba-tiba kehilangan lukiditas dalam satu atau dua hari, dan itu dampaknya akan sangat luar biasa. Sekarang kita akan mennghadapi masalah ini karena Amerika akan memperketat kebijakan moneternya," ujarnya. (Baca: PDIP Anggap Hashim dan Prabowo Sparring Partner)

    Jokowi tengah menggodok kandidat Menteri Keuangan untuk mengelola APBN dalam lima tahun. Beberapa nama yang muncul untuk mengisi posisi tersebut antara lain Chatib Basri, Bambang Brodjonegoro, dan Mahendra Siregar. (Baca: Koalisi Prabowo Siap Ajukan Veto untuk 100 Posisi)

    Chatib saat ini masih menjabat Menteri Keuangan. Dia menggantikan Agus Martowardojo yang menjadi Gubernur Bank Indonesia. Sedangkan Bambang Brodjonegoro sekarang menjabat Wakil Menteri Keuangan. Adapun Mahendra Siregar merupakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. (Baca juga: Jokowi Masih Rahasiakan Calon Menteri Keuangan)

    ANGGA SUKMA WIJAYA

    Topik terhangat:

    Mayang Australia | Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Sanksi SBY Buat Nurhayati 
    Jadi Tangan Kanan Prabowo, Aburizal Enggan Mundur 
    Disfungsi Ereksi, Pria Ini Masukkan Baja ke Penis 
    PAN: Pindah Kubu seperti Menceraikan Istri Teman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.