BPR Pasok PAD Nusa Tenggara Barat Rp 7,35 M  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja meniriskan potongan tahu di sentra industri tahu di Lingkungan Kekalik Barat, Kelurahan Tanjung Karang, Mataram, NTB, Rabu (25/7). ANTARA/Ahmad Subaidi

    Seorang pekerja meniriskan potongan tahu di sentra industri tahu di Lingkungan Kekalik Barat, Kelurahan Tanjung Karang, Mataram, NTB, Rabu (25/7). ANTARA/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Mataram - Tujuh dari delapan perusahaan daerah bank perkreditan rakyat Nusa Tenggara Barat (PD BPR NTB) memasok pendapatan asli daerah (PAD) 2013 hingga sebesar Rp 13,84 miliar. Jumlah ini meningkat Rp 7,35 miliar atau 113,25 persen dibanding tahun 2011 yang sebesar  Rp 6,49 miliar.

    Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah NTB Hendro Kartiko menjelaskan, perolehan PAD tersebut berasal dari sebagian keuntungan yang diperoleh PD BPR NTB sebesar Rp 27,68 miliar pada 2013, yang meningkat Rp 9,88 miliar atau 55,50 persen dari Rp 17,80 miliar. "Rata-rata peningkatannya 25,06 persen setahun," kata Hendro Kartiko, Sabtu, 11 Oktober 2014 siang.

    Pembagian dan penggunaan laba PD BPR NTB tahun buku 2013 sesuai dengan keputusan Gubernur Nomor Nomor 503-546 Tahun 2014 tanggal 8 Agustus 2014 yang mengatur bahwa pembagian dividen pemilik saham didasarkan pada jumlah modal yang telah disetorkan ke PD BPR NTB. Berdasarkan formula tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menerima dividen sebesar Rp 6,98 miliar dan pemerintah kabupaten/kota se-NTB sebesar Rp 6,85 miliar.

    Dari delapan PD BPR se-NTB, hanya satu PD BPR Sumbawa Barat yang tidak menyetor dividen karena laba yang diperoleh pada tahun buku 2013 dipergunakan untuk menutup kerugian pada tahun buku 2012.

    Semua aset PD BPR NTB mencapai Rp 441,78 miliar atau mengalami peningkatan 32,17 persen dari sebelumnya Rp 334,25 miliar pada 2011. Kini, semester I 2014, aset PD BPR NTB mencapai Rp 500,92 miliar atau 33,17 persen dari seluruh aset BPR se-NTB yang menurut Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB mencapai Rp 1,51 triliun

    PD BPR NTB menampung tabungan masyarakat sebesar Rp 230,18 miliar atau bertambah 35,08 persen daripada tahun 2011, yakni Rp 170,4 miliar. Rata-rata peningkatan tabungan dalam setahun 16,24 persen. Jumlah kredit yang disalurkan kepada masyarakat dan usaha kecil, menengah, dan mikro meningkat 43,90 persen dari Rp 261,93 miliar pada 2011 menjadi Rp 376,92 miliar pada 2013. "Rata-rata peningkatannya 20,30 persen," ujar Hendro Kartiko. Jumlah kredit untuk investasi dan modal kerja sebesar Rp 207,2 miliar (54,98 persen) dan kredit lainnya Rp 169,70 miliar (45,02 persen).

    Hingga semester I 2014, PD BPR NTB menghimpun tabungan dan deposito masyarakat Rp 216,46 miliar dari 121.708 nasabah. Proporsi kemampuan PD BPR NTB menyerap dana masyarakat sebesar 36,92 persen dari dana pihak ketiga BPR.

    Sedangkan total kredit yang diberikan kepada masyarakat sebesar Rp 400,23 miliar yang disalurkan kepada 35.805 nasabah, terdiri atas kredit investasi dan kredit modal kerja sebanyak Rp 226,14 miliar (56,50 persen) dan kredit lainnya Rp 174,09 miliar (43,50 persen). Laba tahun berjalan telah mencapai Rp 15,37 miliar.

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Baca juga:
    Kawah-kawah Unik di Indonesia
    DKI Targetkan Rancangan APBD 2015 Disahkan Januari
    Ke Indonesia, Zuckerberg Mampir ke Candi Borobudur
    Rusuh di Luwu Utara Memanas, Warga Mengungsi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).