Rupiah Merosot, BI Lanjutkan Intervensi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah nasabah mengantri untuk menukarkan uang dolar Amerika karena merosotnya nilai tukar Rupiah di penukaran kurs valuta asing PT Ayu Masagung di Jakarta, Senin (13/10). TEMPO/Adri Irianto

    Sejumlah nasabah mengantri untuk menukarkan uang dolar Amerika karena merosotnya nilai tukar Rupiah di penukaran kurs valuta asing PT Ayu Masagung di Jakarta, Senin (13/10). TEMPO/Adri Irianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar uang setelah banyak kalangan yang khawatir kurs rupiah terhadap dolar Amerika melemah hingga Rp 13.000 per dolar. Juru bicara Bank Indonesia, Peter Jacob, mengatakan intervensi dilakukan secara terukur setelah menganalisis pasar. "Jika pasar panik, kami masuk supaya supply dan demand stabil," katanya kepada Tempo, Sabtu, 11 Oktober 2014.

    Peter mengatakan melemahnya rupiah bukan disebabkan faktor fundamental. Namun, kata dia, ada sentimen negatif yang bersifat sementara. Setelah melihat faktor melemahnya rupiah, Bank Indonesia, kata Peter, selalu berada di pasar. "Mengenai nilainya, kami akan sesuaikan dengan kondisinya," ujarnya. (Baca: Pelemahan Rupiah Picu Kenaikan Harga Barang)

    Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Industri bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Hariyadi Sukamdani, mengatakan rupiah bisa menguat karena fundamental ekonomi Indonesia masih bagus. Selain inflasi masih terkontrol dan suku bunga terjaga, kata dia, cadangan devisa cukup baik dengan jumlah lebih dari US$ 100 miliar.

    Menurut Hariyadi, sentimen politik adalah salah satu dari banyak parameter yang mempengaruhi pasar valuta asing. Namun, jika rupiah terus melemah hingga sepekan mendatang, dia memperkirakan hal itu terjadi karena banyak utang korporasi dalam bentuk dolar yang jatuh tempo. "Sentimen politik tidak berpengaruh negatif. Hanya kebetulan, penurunan rupiah berbarengan dengan isu politik," katanya. (Baca: Koalisi Prabowo Kuasai Parlemen, Rupiah Lesu Darah)

    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler
    Jadi Biang Walk-Out, Ini Sanksi SBY Buat Nurhayati
    Kata Prabowo Soal Wawancara Hashim Djojohadikusumo 
    AJI Minta Hashim Buktikan jika Ada Berita Keliru  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.