Proyek Tanggul 'Garuda Raksasa' Hanya Tangkal Rob  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menggunakan delman untuk menerobos banjir di jalan KH Abdullah Syafei yang mulai terendam banjir, Jakarta (23/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah warga menggunakan delman untuk menerobos banjir di jalan KH Abdullah Syafei yang mulai terendam banjir, Jakarta (23/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO , Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tanjung menyatakan pembangunan National Capital Integrated Coastal Development/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (NCICD) hanya menangkal datangnya banjir rob, sementara banjir lainnya yang diakibatkan datangnya kiriman dari daerah lain belum bisa.

    "Ini hanya (bebas) dari rob bukan dari yang lain, jangan salahkan ketika tiga tahun selesai, pak CT kok masih banjir," ujar dia saat pencanangan NCICD di wilayah Muara Baru, Jakarta, Kamis, 9 Oktober 2014.

    Pembangunan tanggul laut 'Garuda Raksasa' di perairan Teluk Jakarta dibagi dalam tiga tahap. Total panjang kontruksi itu mencapai 32 kilo meter (KM), pembagiannya 8 km merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah dengan anggaran Rp 3,2 triliun. "Insya Allah yang 8 kilometer ini selesai 2017," ujarnya.

    Sementara 24 kilo meter sisanya, ujar dia, diserahkan ke sektor swasta dengan kewajiban melakukan pembangunan tanggul sesuai dengan ukuran atau patokan yang dibuat pemerintah saat ini. "Semua yang mendapat konsesi harus membangun tangggulnya terlebih dahulu sebelum mereklamasi tanahnya," pinta dia.

    Dalam pengerjaan tahap pertama sejauh 8 kilo meter, pemerintah kata pemilik grup usaha CT Corp ini, memastikan bakal menggunakan bahan baku dan perusahaan kontruksi dalam negeri, sehingga ditargetkan selesai dalam tiga tahun ke depan. "Namun tanggul ini saja tidak cukup, nanti pemerintah pusat, DKI akan menyiapkan integrasi dari tanggul tadi," papar dia.

    Untuk melengkapi fasilitas ke depannya, selain difungsikan menahan banjir rob, penurunan tanah dan gempuran ombak, pemerintah pusat dan DKI Jakarta bakal segera melengkapi fasilitas pendukung tanggul raksasa itu, seperti penyediaan pompa air, revitalisasi sungai baik hilir atau hulu, reklamasi bibir tanggul untuk perumahaan sekitarnya. "Selain itu silahkan developer melakukan reklamasi sesuai aturan amdalnya ada," kata dia.

    Deputi Sarana dan Prasarana Badan Perencana Pembangunan Nasional Dedy Supriadi Priatna mengatakan pemerintah segera melaksanakan tender untuk melaksanakan pembangunan tahap pertama tanggul garuda raksasa tersebut mulai pertengahan November. "Itu mungkin pra dulu penandatangan akan dilakukan Februari tahun depan," kata dia.

    Dedy menegaskan  pemerintah belum menetapkan perusahaan yang akan melaksanakan pembangunan itu, namun ia memastikan semua perusahaan konstruksi dalam negeri akan mendapatkan prioritas dalam pembangunan itu. "Nanti tahu siapa pemenangnya setelah tender," ujar dia.
    JAYADI SUPRIADIN


    Baca juga:
    BNN Cokok Suami-Istri Penyimpan 6 Kilo Sabu

    BI Cabut Izin 36 Tempat Penukaran Valas

    Ilmuwan Kecam Politik Bumi Hangus Koalisi Prabowo

    Siswa Ini Dibunuh dalam Balapan Liar di Pamekasan




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).