Dirut BEI Optimistis Jokowi Tak Dijegal DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 7 Juli 2014.  TEMPO/Tony Hartawan

    Dua orang melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 7 Juli 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Memanasnya situasi politik di Tanah Air diperkirakan tak akan lama berpengaruh bagi bursa saham. "Tak perlu dikhawatirkan. Apa yang terjadi di DPR dan MPR adalah euforia," kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Ito Warsito. (Baca : Rupiah Melemah, Jokowi Kritik DPR)

    Dia optimistis kondisi ekonomi akan kembali normal. Setelah pemerintah baru yang dipimpin presiden terpilih Joko Widodo efektif berjalan, Ito yakin akan segera terjadi perubahan. "Pemerintah baru harus bekerja sama dengan DPR, DPD, dan rakyat untuk menjalankan program kerja," ujar Ito. (Baca: Investor Abaikan Isu Ketua MPR, IHSG Bakal Menguat)

    Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen, bahkan lebih optimistis. "Enggak ada urusan politik meskipun banyak yang bilang begitu," ujar Hoesen. "Terlalu banyak wacana, terlalu banyak pertimbangan tak akan membuat perubahan."

    Ito optimistis kekhawatiran publik bahwa pemerintah Jokowi akan dijegal tak akan terjadi. Kecemasan itu, antara lain, Anggaran Pendapatan dan Belanja 2015 tak direstui oleh DPR. "Jika tak direstui, akan berhadapan dengan rakyat. Sebab gaji pegawai negeri sipil kan berasal dari APBN," ujar Ito.

    Ito juga yakin pelantikan Jokowi tak akan tertunda. Menurut dia, tata cara pelantikan presiden sudah diatur oleh undang-undang. "Saya tidak tahu logika untuk menunda pelantikan itu," ujarnya.

    Selama presiden baru tetap menjalankan program sesuai dengan yang telah dijanjikan, kata Ito, DPR tak akan berani menentang. "Saya yakin presiden dan DPR akan menemukan titik temu, apalagi presiden memiliki otoritas sendiri dalam menjalankan program untuk rakyat," ujarnya.

    DINI PRAMITA

    Berita Terpopuler
    Novel FPI Menyerahkan Diri ke Polda Metro Jaya
    Seusai Geger MPR, Mega-SBY Kunci Stabilitas Politik|
    FPI: Ahok Tak Akan Bisa Bubarkan Kami 
    Nazaruddin: Ibas Terima Duit Korupsi Wisma Atlet 
    Bantah Jokowi, KSAD Pamer Leopard Tak Rusak Jalan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.