Sesi Pembukaan Hari Ini, IHSG Melambung Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengamati layar pergerakan IHSG usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta  (2/1). Pada perdagangan preopening, IHSG naik 20,318 poin (0,48%) ke level 4.294,495. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 5,232 poin (0,74%) ke level 716,367. Tempo/Aditia Noviansyah

    Petugas mengamati layar pergerakan IHSG usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Pada perdagangan preopening, IHSG naik 20,318 poin (0,48%) ke level 4.294,495. Sedangkan Indeks LQ45 menguat 5,232 poin (0,74%) ke level 716,367. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah sempat lesu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kini mulai bergairah. Pada sesi pembukaan perdagangan Kamis, 9 Oktober 2014, IHSG menguat tajam hingga menembus level psikologis 5.000. (Baca juga: Minim Sentimen Positif, IHSG Bakal Melemah)

    Sesaat setelah perdagangan dibuka, indeks langsung bertengger di posisi 4.993,2, naik dari posisi penutupan sehari sebelumnya. Hingga saat ini, posisi tertinggi yang dicapai ialah 5.014,5 dan level terendah 4.992,6. Pada pukul 10.10 WIB, IHSG berada di level 5.013,4 atau naik 55,01 poin (1,11 persen) dari pembukaan.

    Pada Rabu, 8 Oktober 2014, IHSG melemah 1,48 persen ke level 4.958,52. Sentimen negatif dari bursa global membuat investor kembali melakukan aksi jual yang agresif. (Baca juga: Indeks Saham Terancam Dua Sentimen Mematikan)

    Analis dari PT First Asia Capital, Ivan Kurniawan, menuturkan koreksi tajam di bursa Amerika dan Asia turut berimbas ke IHSG. Penurunan outlook pertumbuhan ekonomi global oleh Dana Moneter Internasional (IMF) meningkatkan risiko investasi. "Akibatnya, pasar mulai menarik dana dan mengalihkannya ke aset safe haven, terutama dolar Amerika," ujarnya.

    IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2014 dari 3,4 persen menjadi 3,3 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi global pada 2015 direvisi dari 4,4 persen menjadi 3,8 persen. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini direvisi turun dari 5,5 persen menjadi 5,2 persen.

    Konsolidasi dana asing pun mulai terasa di negara berkembang. Apalagi, di Indonesia, adanya sentimen politik dalam negeri dimanfaatkan oleh para manajer big fund asing untuk keluar dari pasar saham. Sejak kegaduhan politik pada September 2014 hingga sekarang, total net sell asing telah mencapai Rp 8 triliun. (Baca: Dana Asing Mulai Kabur, Indeks Saham Kolaps).

    FERY FIRMANSYAH | M. AZHAR

    Berita Terpopuler
    Koalisi Prabowo Siap Ajukan Veto untuk 100 Posisi  
    Tiga Taktik Koalisi Prabowo Rebut Pimpinan MPR
    Pacar Mayang Ternyata Juga Pekerja Seks





     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.