Firma Internet Kuasai Lahan Perkantoran di Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana gedung perkantoran bertingkat di kawasan Bundaran HI, Jakarta usai hujan (8/1). Target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4-6,9 persen pada tahun 2014 dinilai realistis. Hal ini terkait dengan kondisi ketidakstabilan global yang masih akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Tempo/Aditia Noviansyah

    Suasana gedung perkantoran bertingkat di kawasan Bundaran HI, Jakarta usai hujan (8/1). Target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,4-6,9 persen pada tahun 2014 dinilai realistis. Hal ini terkait dengan kondisi ketidakstabilan global yang masih akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Hong Kong - Hasil riset konsultan properti Cushman & Wakefield menyebutkan, perusahaan Internet global menjadi penyewa gedung perkantoran terbanyak di Asia pada kuartal II 2014. Perusahaan semacam Yahoo!, Google, dan LinkedIn menghuni 102.200 meter persegi, atau 22 persen dari total ruang perkantoran yang tersedia. (Baca juga: Bisnis Perkantoran, Kawasan Sudirman Jadi Incaran)

    Riset itu menyebutkan, kebanyakan perusahaan Internet besar memilih berkantor di Jepang, Cina, serta Singapura. Perusahaan-perusahaan Internet juga menyewa ruangan yang ditinggalkan perusahaan finansial, setelah bisnisnya lesu dihantam krisis global. Pada kuartal sebelumnya, perusahaan finansial menyewa 14 persen ruang kantor di Asia.

    Menurut Direktur Cushman & Wakefield Asia, Sigrid Zialcita, perusahaan Internet jadi pasar properti paling potensial karena punya beberapa faktor pendorong untuk bisnisnya. Dia mengambil contoh pertumbuhan e-commerce dan media sosial di Asia yang tumbuh sangat cepat. Selain itu, pertumbuhan warga kelas menengah dan pengguna perangkat komunikasi bergerak membuat keuntungan dari bisnis Internet semakin besar. “Basis konsumen di Asia akan terus bertumbuh paling tidak hingga 10 tahun ke depan,” kata Zialcita seperti dikutip dari WSJ.

    Riset Cushman & Wakefield juga menyebut LinkedIn sebagai perusahaan Internet yang paling agresif berekspansi. Pada kuartal II 2014, LinkedIn menyewa lebih dari 50 ribu kaki persegi ruangan di Marina Bay Financial Tower 2, Singapura, yang sebelumnya ditempati perusahaan keuangan, Barclays. LinkedIn belakangan ini juga menyepakati kontrak sewa baru di Sydney dan Hong Kong. Yahoo! Japan juga cukup agresif. Perusahaan ini menyewa 700 ribu kaki persegi kantor di Kioicho Project Tokyo, yang pernah ditempati Akasaka Prince Hotel. (Baca juga: Intiland Bangun Tower Perkantoran Rp 540 Miliar)

    FERY FIRMANSYAH

    Berita Terpopuler
    Koalisi Prabowo Siap Ajukan Veto untuk 100 Posisi
    Tiga Taktik Koalisi Prabowo Rebut Pimpinan MPR
    Pacar Mayang Ternyata Juga Pekerja Seks


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.