Jokowi Datang, Ini Harapan Petani Tebu Jember  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta (14/12). Mereka menuntut pemerintah menindak tegas pelaku perembesan gula rafinasi di pasar umum yang menyebabkan harga gula jatuh. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ratusan petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menggelar unjuk rasa di depan kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta (14/12). Mereka menuntut pemerintah menindak tegas pelaku perembesan gula rafinasi di pasar umum yang menyebabkan harga gula jatuh. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jember - Presiden terpilih Joko Widodo dijadwalkan bertemu dengan ribuan petani di Tanggul, Kabupaten Jember, Selasa sore, 7 Oktober 2014. Pertemuan tersebut akan dikemas layaknya jagongan atau obrolan santai. Ketua Umum Asosiasi Petani Tebut Rakyat Indonesia Arum Sabil mengatakan pertemuan ini sangat menggembirakan.

    "Di tengah kesibukan, beliau (Jokowi) masih bisa menyempatkan untuk bersilaturahmi dengan para petani," kata Arum, Selasa, 7 Oktober 2014. Selain mengobrol santai dengan petani, Jokowi, kata Arum, akan melakukan pencanangan penanaman tebu hasil kultur jaringan.

    Arum berharap pemerintah Jokowi memperhatikan nasib petani tebu. Pemerintah diminta bisa melahirkan varietas tebu, sehingga petani bisa meningkatkan produktivitasnya dan menghasilkan tebu dengan angka rendeman yang tinggi. "Dan pada akhirnya negara bisa berswasembada gula yang berdaya saing," ujarnya.  (Baca: Rendemen Anjlok, Petani Tebu Menjerit)

    Menurut Arum, 2014 merupakan tahun yang memprihatinkan bagi petani tebu. "Harga gula jauh di bawah ketentuan peraturan Menteri Perdagangan yang telah ditetapkan sebesar Rp 8.500. Ini tidak pernah terjadi dalam sejarah ketika pemerintah menetapkan harga pokok petani."

    Arum mengatakan petani bertubi-tubi dihantam masalah. Selain harga gula anjlok serta rendeman tebu yang tidak sesuai dengan harapan, kredit juga susah diperoleh. Untuk menebus pupuk, petani kelimpungan. Akibatnya, banyak tanaman tebu yang tidak terurus. Kondisi tersebut mempengaruhi musim giling 2015. "Ibaratnya, tebu petani sudah kurang gizi dan kurang nutrisi," katanya. (Baca juga: Tolak Gula Rafinasi, APTR Protes Gubernur Jatim)

    Jokowi akan terbang dari Surabaya sekitar pukul 14.30 WIB dan tiba di Jember sekitar pukul 15.30 WIB. Selaku tuan rumah dialog, Arum mengaku sempat kelabakan. "Acaranya mendadak. Dua hari yang lalu saya baru diberitahu Kantor Transisi," kata Arum.

    Sementara itu, saat ini ribuan petani mulai berdatangan ke lokasi acara. Tenda berukuran sekitar 30 x 40 meter telah disiapkan untuk menyambut kedatangan Jokowi. Satu panggung terbuka juga telah berdiri sejak semalam. Polisi dan TNI tampak berada di sekitar lokasi acara untuk berjaga-jaga.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Terpopuler
    Dari Harvard, Karen Mau Bantu Jokowi 
    Pertamina: Impor Lewat Petral Cuma Strategi Bisnis
    Bisnis Gurih Kilang Mini
    Bunga KPR Mandiri Turun Tahun Ini, BTN Menyusul


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.