DIPA Subsidi Kereta 2015, Diharap Segera Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Tanah Abang terendam banjir akibat tingginya curah hujan di Jakarta, (19/1). Terendamnya Stasiun Tanah Abang mengakibatkan sejumlah jadwal rute Kereta Rel Listrik (KRL) terganggu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Stasiun Tanah Abang terendam banjir akibat tingginya curah hujan di Jakarta, (19/1). Terendamnya Stasiun Tanah Abang mengakibatkan sejumlah jadwal rute Kereta Rel Listrik (KRL) terganggu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan berharap Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk subsidi kereta api tahun anggaran 2015 bisa turun pada Desember nanti. Pemerintah tak ingin mengulang kejadian tahun ini, di mana Kementerian tak bisa menggunakan dana subsidi kereta api triwulan pertama karena DIPA dari Kementerian Keuangan baru turun Maret 2014. (Baca: Ahok Ingin Bubarkan FPI)

    "Kemarin itu menunggu DIPA lama. Persyaratan membikin penugasan subsidi (PSO) ke PT KAI kan harus ada DIPA dulu," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko di kantornya, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2014. (Baca: Mobil Ringsek, Hotman Bingung Tagih Ganti Rugi)

    Herman menjelaskan DPR telah menyetujui pagu subsidi kereta api untuk tahun anggaran 2015 sebesar Rp 1,5 triliun. Angka itu naik dari anggaran tahun ini sebesar Rp 1,2 triliun.

    Tapi Herman tak bisa memastikan, apakah subsidi bagi kereta ekonomi jarak jauh akan dihapus, dialihkan ke kereta lokal dan komuter Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi seperti rencana sebelumnya. Jika nantinya masih ada sisa subsidi, setelah alokasi kereta lokal dan komuter, otomatis tak ada penghapusan subsidi kereta ekonomi jarak jauh. Tapi hanya pengurangan. (Baca: Gerindra Menentang Pembubaran FPI)

    "Mudah-mudahan Januari 2015 sudah bisa ditandatangani penugasan subsidi ke KAI. Dengan begitu subsidi bisa mulai Januari 2015," katanya.

    Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Hanggoro Budi Wiryawan menambahkan, DIPA harus turun pada Desember 2014 karena penugasan subsidi ke KAI sifatnya tahunan. Jika DIPA molor, penerapan subsidi juga akan terlambat seperti tahun ini. Tahun ini, Kementerian Perhubungan baru bisa mensubsidi penumpang kereta api per 1 April 2014. (Baca: WNI Korban Pembunuhan di Australia Transgender)

    "Yang bisa kami lakukan adalah mempercepat proses. Targetnya, 2 Januari 2015 bisa tanda tangan penugasan subsidi," katanya.

    KHAIRUL ANAM

    Terpopuler:
    Dipojokkan, Idha Endri Bikin Surat untuk Media

    Setelah Dilempari Batu, Pencuri Ini Dibakar

    Jokowi Masih Rahasiakan Calon Menteri Keuangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.