Investor Abaikan Isu Ketua MPR, IHSG Bakal Menguat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tamu undangan memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan kamera telepon genggam usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Pembukaan perdagangan saham tersebut di buka oleh Wakil Presiden Boediono. Tempo/Aditia Noviansyah

    Tamu undangan memotret layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan kamera telepon genggam usai pembukaan perdagangan di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (2/1). Pembukaan perdagangan saham tersebut di buka oleh Wakil Presiden Boediono. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO , Jakarta- Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia diperkirakan menguat terbatas pada hari ini, Selasa, 7 Oktober 2014. Menurut Analis PT Reliance Securities, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah, investor tidak terlalu memperhatikan sentimen pemilihan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan lebih tertarik pada harga saham yang mulai murah akibat koreksi pada pekan lalu.

    "Di sisi lain, pernyataan Bank Indonesia, yang akan mengintervensi pasar uang secara proporsional, juga meredam kekhawatiran pasar akan pelemahan rupiah," kata Lanjar kepada Tempo. (Baca juga: Saham Big Cap Jadi Motor, IHSG Naik 19 Poin).

    Pada Senin, 6 Oktober 2014, IHSG ditutup menguat 50,79 poin (1,03 persen) ke level 5.000,138. Saham yang berpindah tangan mencapai 3,8 miliar lembar dengan nilai Rp 3,8 triliun. Adapun pihak asing mencetak penjualan bersih sebesar Rp 95 miliar, lebih kecil dibandingkan perdagangan sebelumnya (Rp 840 miliar). (Baca juga: Situasi Politik Memanas, Rupiah Ditutup Melemah).


    Lanjar mengatakan indeks akhirnya kembali menembus level psikologis 5.000 setelah sempat terlempar ke level 4.949 pada akhir pekan lalu. "Sentimen positif dari bursa regional dan berkurangnya intensitas jual investor asing menjadi katalis penggerak indeks," kata dia.


    Mayoritas bursa Asia mengalami technical rebound akibat penguatan indeks saham New York pada akhir pekan lalu dan bertahannya program stimulus bank sentral Jepang. Sementara itu, bursa Eropa dibuka pada area positif berkat dorongan spekulasi pelaku pasar bahwa melambatnya perekonomian Eropa akan mendorong bank sentral untuk menambah stimulus. (Baca: Investor Tunggu Sikap Politik Megawati ).


    Lanjar memperkirakan, hari ini indeks akan berada di level 4.975-5.060 dengan potensi menguat terbatas. Saham-saham berkapitalisasi besar mulai menunjukkan gejala reversal, antara lain Astra Internasional, Bank Rakyat Indonesia, Telkom, dan Bank Mandiri. "Perhatikan juga saham Indocement, Semen Indonesia, Ciputra Property, Lippo Karawaci, dan Indosat," kata dia.


    M. AZHAR

    Berita Terpopuler
    Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, FPI Salahkan Ahok  
    Koalisi Prabowo Diklaim Dukung Perpu Pilkada  
    Ini Profil Nurhayati Calon Ketua MPR dari Demokrat 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.