Tarif Baru KRL Jabodetabek, Berlaku Pekan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang melakukan tap in dengan tiket elektronik (e-ticket) KRL di Stasiun Citayam, Depok, Jabar (1/7). ANTARA/Andika Wahyu

    Penumpang melakukan tap in dengan tiket elektronik (e-ticket) KRL di Stasiun Citayam, Depok, Jabar (1/7). ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) mendapatkan persetujuan pemerintah atas permohonan kenaikan tarif kereta rel listrik (KRL). Tarif baru akan berlaku mulai 15 Oktober-31 Desember 2014. (Baca: KRL Dapat Tambahan Subsidi)

    Menurut Direktur Utama KCJ Tri Handoyo, kenaikan tarif tersebut adalah kompensasi atas penambahan fasilitas yang dilakukan sepanjang tahun ini. KCJ mengajukan kenaikan tarif sebesar Rp 2.000 untuk setiap lima stasiun pertama. Dengan demikian, kata Tri, tarif KRL akan naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000 untuk setiap lima stasiun.

    Tapi karena tambahan subsidi alias Public Service Obligation (PSO) yang diajukan KCJ sudah disetujui pemerintah, "Maka ongkos yang dikenakan terhadap penumpang KRL tidak berubah," kata dia di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin, 6 Oktober 2014.

    Berikut ini daftar tarif baru kereta komuter Jabodetabek yang berlaku mulai 15 Oktober 2014. Tarif ini sudah memperhitungkan subsidi yang diberikan pemerintah. (Baca juga: 1 Januari 2015, Tiket Kereta Ekonomi Tak Disubsidi)

    Tarif 1-5 stasiun
    - Tarif yang seharusnya Rp 5.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 2.000
    - Subsidi Rp 3.000

    Tarif 1-8 stasiun
    - Tarif yang seharusnya Rp 6.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 2.500
    - Subsidi Rp 3.500

    Tarif 1-11 stasiun
    - Tarif yang seharusnya Rp 7.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 3.000
    - Subsidi Rp 4.000

    Tarif 1-14 stasiun
    - Tarif yang seharusnya Rp 8.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 3.500
    - Subsidi Rp 4.500 

    Tarif 1-17 stasiun
    - Tarif yang seharusnya Rp 9.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 4.000
    - Subsidi Rp 5.000

    Tarif 1-20 stasiun
    - Tarif yang seharusnya Rp 10.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 4.500
    - Subsidi Rp 5.500

    Tarif 1-23 stasiun 
    - Tarif yang seharusnya Rp 11.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 5.000
    - Subsidi Rp 6.000

    Tarif 1-26 stasiun 
    - Tarif yang seharusnya Rp 12.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 5.500
    - Subsidi Rp 6.500

    Tarif 1-29 stasiun
    - Tarif yang seharusnya Rp 13.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 6.000
    - Subsidi Rp 7.000

    Tarif 1-32 stasiun
    - Tarif yang seharusnya Rp 14.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 6.500
    - Subsidi Rp 7.500

    Tarif 1-35 stasiun 
    - Tarif yang seharusnya Rp 15.000
    - Tarif yang dibayar penumpang Rp 7.000
    - Subsidi Rp 8.000

    KHAIRUL ANAM

    Berita Terpopuler
    Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, FPI Salahkan Ahok
    Koalisi Prabowo Diklaim Dukung Perpu Pilkada
    Ini Profil Nurhayati Calon Ketua MPR dari Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?