Investor Tunggu Sikap Politik Megawati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyalami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) yang juga istri mendiang Ketua MPR Taufiq Kiemas saat pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (9/6). ANTARA/Setpres-Rusman

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menyalami mantan Presiden Megawati Soekarnoputri (kiri) yang juga istri mendiang Ketua MPR Taufiq Kiemas saat pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (9/6). ANTARA/Setpres-Rusman

    TEMPO.CO, Jakarta - Pergerakan indeks saham dan kurs rupiah masih dipengaruhi gonjang-ganjing politik. Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, Tony Prasetiantono, investor menunggu rencana koalisi partai pendukung Prabowo untuk mengajukan calon pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat.

    Namun Tony mengatakan kedudukan tersebut tak sepenting jabatan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat. "Peran MPR dalam memonitor pemerintahan sehari-hari tidak ada. DPR jauh lebih powerful," katanya melalui pesan pendek kepada Tempo,Ahad, 5 Oktober 2014.

    Menurut Tony, walau tak sekrusial DPR, dengan dikuasainya MPR oleh koalisi pro-Prabowo, sentimen negatif dari pasar atau keraguan terhadap efektivitas pemerintahan Jokowi akan semakin kuat. Tony menilai melemahnya rupiah dan indeks saham yang disebabkan oleh keraguan pasar pun bisa terjadi bila presiden terpilih Joko Widodo tak mampu mengegolkan program-program yang disusun timnya di depan DPR. "Misalnya, APBN 2015," katanya.

    Tony menyebutkan kunci utama untuk keluar dari gejolak politik ini adalah kebesaran hati Megawati Soekarnoputri untuk berembuk dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mewujudkan koalisi. "Ditambah juga koalisi dengan PPP," katanya.

    Rupiah, kata Tony, berpeluang besar menguat ketika pengumuman kabinet sesuai dengan harapan pasar. Pasar menantikan kabinet yang diisi para profesional. Walau rupiah menguat, kata Tony, penguatan ini masih belum cukup baik karena ada faktor eksternal, seperti sentimen ekonomi Amerika Serikat yang membaik.

    PRIO HARI KRISTANTO

    Berita lain:
    Jokowi: Tak Ada Jatah Menteri Koalisi Merah Putih 
    Adian Napitupulu Yakin Dana Kampanye Balik Modal
    Ricuh Unjuk Rasa, 21 Anggota FPI Tersangka
    Kenali Enam Tanda Wanita yang Butuh Seks
    Adian: Anggota DPR Terima Rp 90 Juta per Bulan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.