Kebutuhan Kantong Plastik di Indonesia Tinggi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Handoko Saptajaya Sidharta selaku GM Sales & Marketing, CV. Sinar Joyoboyo memberi bantuan 25.000 lembar plastik untuk Masjid Istiqlal dan 350.000 lembar plastik untuk 500 masjid yang tersebar di pulau jawa saat ditemui di Decanter, Kuningan, Jakarta, 2 Oktober 2014. Istimewa

    Handoko Saptajaya Sidharta selaku GM Sales & Marketing, CV. Sinar Joyoboyo memberi bantuan 25.000 lembar plastik untuk Masjid Istiqlal dan 350.000 lembar plastik untuk 500 masjid yang tersebar di pulau jawa saat ditemui di Decanter, Kuningan, Jakarta, 2 Oktober 2014. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebutuhan kantong plastik di Indonesia masih sangat tinggi. Terutama pada saat perayaan momen-momen besar seperti hari raya Idul Adha.

    Tercatat di tahun 2013 angka kebutuhan kantong plastik dalam negeri mencapai 4 juta ton dan diprediksi kebutuhannya akan terus meningkat hingga 7-8 juta ton di tahun 2020.

    Selain karena didorong oleh kebutuhan dari masyarakat, kondisi pertumbuhan industri kantong plastik disokong pula oleh adanya permintaan dari sektor lain, seperti industri makanan, minuman, infrastruktur, otomotif, dunia medis, dan pertanian.  

    Perusahaan Sinar Joyo Boyo Plastik selaku produsen kantong plastik nasional, memandang hal tersebut sebagai peluang pasar yang sangat potensial.

    Handoko Saptajaya Sidharta, General Manager Sales & Marketing Joyo Boyo, mengungkapkan, “Kantung plastik masih menjadi barang komoditi yang belum bisa tergantikan," di Decanter, Kuningan, Jakarta, 2 Oktober 2014.

    Kebutuhan itu menunjang industri usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) termasuk industri fast moving consumer goods (FMCG). "Kantung plastik masih menjadi primadona masyarakat karena harganya juga lebih ekonomis ketimbang kantung lainnya,” kata dia. (Baca: Perusahaan Pro-Lingkungan Otomatis Masuk E-Catalog)

    Namun, dari tingginya angka kebutuhan kantong plastik tersebut memunculkan permasalahan lain berupa timbulnya dampak negatif bagi lingkungan yang diakibatkan cara penggunaan kantong plastik yang tidak tepat. Selain itu, disebabkan pula oleh kurangnya tingkat pemahaman masyarakat mengenai fungsi dari masing-masing jenis kantong plastik.

    “Kami melalui inovasi produk menerapkan sistem manajemen mutu menghasilkan produk plastik aman untuk lingkungan dan baik untuk makanan,” tambah Handoko. Perusahaan ini meluncurkan program Tebar Kantung Plastik Qurban sebagai langkah perusahaan meminimalisasi dampak penggunaan plastik yang cenderung meningkat di momen-momen penting, seperti halnya hari raya Idul Adha.

    Data penyembelihan hewan kurban Dirjen Peternakan dan Kesehatan RI di tahun 2013, dihitung dari 12 provinsi yang terdaftar, total hewan kurban yang disembelih adalah sekitar 149 ekor sapi dan 219 ekor kambing.

    Apabila dari masing-masing hewan kurban dihitung dengan ukuran terkecil 500 kg per ekor sapi dan 30 kg per ekor kambing, maka jumlah daging kurban yang dihasilkan minimalnya sekitar 80 ton (80.800 kg).

    Dari data tersebut maka kebutuhan kantong plastik untuk satu momen perayaan Idul Adha saja sudah mencapai sekitar 40.400 lembar kantong plastik (1 kantong=2 kg daging ). "Ini artinya tingkat penggunaannya sangat tinggi," kata Handoko. (Baca: Plastik Ramah Lingkungan Indonesia Laku di Eropa)

    Berdasarkan kondisi tersebut, mereka mengambil peranan dengan menghadirkan kantong plastik transparan tipe Hdpe yang secara hasil uji klinis sudah memenuhi standar aman untuk makanan dan ramah untuk lingkungan.

    Pada pelaksanaan ibadah kurban tahun ini, Joyo Boyo menyediakan kebutuhan kantong plastik kurban sebanyak 350.000 lembar untuk memenuhi kebutuhan 500 masjid yang tersebar hampir di seluruh wilayah pulau Jawa, seperti Jakarta, Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Madiun, Malang, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Tulungagung, Blitar, Kediri, Jombang, Purwakarta, Cianjur, Tasikmalaya, Pamanukan, Jatiwangi, Purwokerto-Ajibarang, Salatiga, Kudus, Pati, Pekalongan, Solo, Klaten, Surakarta, Karanganyar, D.I. Yogyakarta, dan wilayah pulau Jawa lainnya.

    Dan menggandeng Masjid Istiqlal dengan menyumbangkan ke pihak panitia kurban Masjid Istiqlal, sebanyak 25.000 lembar kantong plastik. Drs H Mubarok Msi, Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, mengatakan menyambut baik kerja sama ini. "Terutama dalam penyediaan kantong-kantong plastik untuk daging kurban di Masjid Istiqlal," kata Mubarok.

    Perusahaan ini melakukan inovasi penggunaan sistem oxo-biodegradable dengan materi didukung EPI selaku developer, licensor, dan distributor untuk zat yang menjadikan plastik dapat terdegradasi dalam 2 tahun, yang berpusat di Kanada.

    EVIETA FADJAR

    Berita Terpopuler
    Blue Bird Segera Melantai di Bursa Saham
    Cara Jitu Investasi di Masa Transisi Politik
    H-10 Pelantikan Jokowi, Saat Tepat Berinvestasi
    Sesi Pembukaan, Indeks Saham Terjun Bebas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.