Pertamina Menanamkan Modal di Negara-negara Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pipa gas Pertamina. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Pipa gas Pertamina. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO , Jakarta - PT Pertamina (Persero) merampungkan akuisisi atas 30 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, Murphy Oil Corporation, yang beroperasi di Malaysia. Transaksi pembelian saham itu dilakukan melalui anak usaha Pertamina di Malaysia, PT Pertamina Malaysia Eksplorasi Produksi, senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 24,3 triliun secara tunai. Kuasai Murphy Corp, Pertamina Belanja Rp 24,3 Triliun).

    Bagi Pertamina, akuisisi perusahaan asing bukan hal baru. Kontraktor minyak dan gas pelat merah ini berulang kali membeli perusahaan atau blok minyak dan gas yang ada di luar negeri. Ada yang berhasil, ada pula yang gagal karena berbagai sebab. (Baca juga: Pertamina Temukan Calon Sumur Minyak Baru).

    Berikut ini daftar investasi Pertamina di luar negeri, sejak 2012 hingga saat ini.


    1. Venezuela (22 Juni 2012)


    Pertamina menandatangani Share Purchase Agreement (SPA) untuk membeli 32 persen saham Petrodelta, S.A., Venezuela. Petrodelta adalah operator dan pemegang hak konsesi dari pemerintah Venezuela hingga 2027 untuk Lapangan Uracoa, Bombal, Tucupita, El Salto, El Inseno, dan Temblador, dengan total luas 1.000 kilometer persegi. Namun pemerintah Indonesia tidak setuju dan menghentikan proses penyelesaian transaksi karena ada permintaan investasi tambahan yang jumlahnya hampir dua kali lipat. Bertambahnya nilai transaksi itu membuat proses akuisisi saham Petrodelta menjadi tidak layak.


    2. Australia (2009 - Mei 2013)


    Pertamina membeli hak partisipasi di Blok Basker Manta Gummy, Australia. Namun investasi tersebut kemudian dilepaskan dengan alasan blok tersebut sudah tidak berproduksi. Saat itu divestasi 10 persen saham tersebut belum selesai dan nilainya juga belum jelas. Ketika Pertamina membelinya pada 2009, cadangan pasti dan terkiranya sebesar 7,8 juta barel ekuivalen dan 19 juta barel ekuivalen setara minyak. Namun pada 2010 terjadi koreksi menjadi 1,7 juta ekuivalen dan 3,1 juta ekuivalen setara minyak.

    3. Aljazair (November 2013)


    Pertamina mengakuisisi kepemilikan hak partisipasi ConocoPhillips Algeria Limited, anak perusahaan ConocoPhilips, di Blok 405a, Aljazair. Total nilai transaksi pengambilalihan hak kepemilikan tersebut mencapai US$ 1,75 miliar. Akuisisi ini menjadikan Pertamina menguasai 65 persen hak partisipasi di Blok 405a. Blok 405a memiliki tiga lapangan minyak utama, yakni Menzel Lejmat North (MLN), Ourhoud, dan EMK. Namun hak pengelolaan Pertamina hanya di Lapangan MLN. Di lapangan Ourhood, Pertamina hanya memiliki hak partisipasi sebesar 3,7 persen. Sedangkan di lapangan EMK, Pertamina memiliki hak partisipasi 16,9 persen.

    DANNI MUHADIANSYAH

    Berita Terpopuler
    Soal Revisi UU KPK, Bos KPK Serang Koalisi Prabowo

    PAN: Jika Terbitkan Perpu, SBY Keblinger
    SBY Siapkan Perpu Batalkan UU Pilkada  
    Begini Kemesraan Dua Terdakwa Pembunuh Ade Sara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.