Kuasai Murphy Corp, Pertamina Belanja Rp 24,3 T  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Budi Setyarso

    TEMPO/Budi Setyarso

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero), kemarin, merampungkan akuisisi atas 30 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, Murphy Oil Corporation, yang beroperasi di Malaysia, yakni Murphy Sabah Oil Co Ltd dan Murphy Sarawak Oil Co Ltd. (Baca juga: Pertamina Temukan Calon Sumur Minyak Baru).

    Transaksi pembelian saham itu dilakukan melalui anak usaha Pertamina di Malaysia, PT Pertamina Malaysia Eksplorasi Produksi, senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 24,3 triliun secara tunai. “Kami sedang menyelesaikan pembelian ini,” kata juru bicara Pertamina, Ali Mundakir, di Jakarta, Rabu, 1 Oktober 2014.

    Pembelian saham Murphy, pemegang hak eksplorasi minyak lepas pantai di Sabah dan Sarawak, seiring dengan target Pertamina meningkatkan produksi. Ali menyatakan jual-beli itu ditandatangani pada 1 Januari 2014 dan ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2015. Adapun proses pembelian sudah berlangsung lama. “Mundur, ya? Ini sudah biasa dalam transaksi migas," ujarnya. (Baca juga: Pertamina dan PLN Disarankan Go Public)

    Melalui keterangan tertulis, Presiden Direktur Murphy Corp Oil Roger W. Jenkins menuturkan penyelesaian transaksi jual-beli akan diselesaikan dalam dua tahap. Tahap pertama ditargetkan selesai pada kuartal keempat 2014, sedangkan tahap kedua pada kuartal kedua 2015. Penyelesaian transaksi itu termasuk persetujuan dari Petroliam Nasional Berhad (Petronas). “Kami sedang mengembangkan kerja sama jangka panjang dengan Pertamina,” ujarnya.

    Berdasarkan laporan tahunan Murphy Oil 2013 disebutkan total produksi minyak mentah, kondensat, dan liquid natural gas (LNG) perseroan di Malaysia mencapai 53.766 barel per hari atau menyumbang 39,8 persen terhadap total produksi 135.078 barel per hari. Adapun penjualan minyak mentah, kondensat, dan LNG di Malaysia mencapai 54.276 barel per hari atau menyumbang 39,8 persen terhadap total penjualan perusahaan 136.095 barel per hari.


    KHAIRUL ANAM | GUSTIDHA BUDIARTIE

    Berita Terpopuler
    Soal Revisi UU KPK, Bos KPK Serang Koalisi Prabowo
    PAN: Jika Terbitkan Perpu, SBY Keblinger
    SBY Siapkan Perpu Batalkan UU Pilkada  
    Begini Kemesraan Dua Terdakwa Pembunuh Ade Sara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.