Mahakam Ulu Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengecek panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMPN 19 Jakarta, Rabu (26/2). Sebanyak 142 panel ini mampu menghasilkan daya sebesar 20.000 watt. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pekerja mengecek panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMPN 19 Jakarta, Rabu (26/2). Sebanyak 142 panel ini mampu menghasilkan daya sebesar 20.000 watt. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Balikpapan - Kabupaten Pemekaran Mahakam Ulu Kalimantan Timur akan membangun dua pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang masing-masing berdaya 40 dan 50 kiloWatthour. Pembangunan itu mempergunakan dana hibah dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral senilai Rp 11 miliar.

    Ketua Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Mahakam Ulu, Harun Al Rasyid, menyatakan pembangkit itu sesuai dengan visi Mahakam Ulu yang mengutamakan kearifan lokal setempat. "Sebelumnya, Mahakam Ulu juga sedang menyelesaikan pembangunan sejumlah pembangkit listrik mikrohidro," kata dia di Balikpapan, Selasa, 30 September 2014. (Baca: Dahlan Iskan Gunakan Gas untuk Listrik Bali).

    Dua PLTS ini nantinya terletak di Long Pahangai, yang lokasinya berjarak 600 kilometer dari Balikpapan. Selanjutnya, pembangkit listrik akan mengalirkan 300 watt listrik bagi 180 kepala keluarga dan 280 kepala keluarga Long Lunup.

    Harun menambahkan, kedua PLTS hanya makan tempat 35X35 meter persegi. Di lahan seluas itu akan disusun sedemikian rupa panel-panel sel surya (fotovoltaik). Setelah itu, melalui jaringan listrik biasa, listrik yang dibangkitkan dari sinar matahari disalurkan ke langganan. (Baca: Pembangkit Listrik Limbah Sawit Pertama Dibangun).

    Untuk mengelola seluruh perangkat itu, kontraktor pembangun juga akan melatih warga menjadi teknisi yang bertugas memelihara dan menjaga unit pembangkit tersebut.

    Ihwal besaran tarif listrik akan disepakati bersama antara camat, petinggi, dan wakil-wakil masyarakat lainnya. Di pasar internasional, harga listrik dari pembangkit tenaga surya saat ini adalah US$ 25 sen per kWh, atau lebih kurang Rp 3000 per kWh. (Baca: Pembangkit CNG Bawean Resmi Beroperasi).

    SG WIBISONO

    Berita Terpopuler:
    Koalisi Prabowo Usulkan Pilpres oleh MPR Lagi
    Penjual Kue Putu di Malang Tantang Amien Rais
    Koalisi Merah Putih Targetkan Revisi UU KPK
    Kejutan, Maria Londa Rebut Emas Asian Games


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.