Pengganti Terminal TKI Siap Dioperasikan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Common Use Lounge yang awalnya meruapak gedung Lounge TKI, diterminal II D, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 23 September 2014. Gedung dipergunakan untuk TKI bermasalah. TEMPO/JONIANSYAH

    Gedung Common Use Lounge yang awalnya meruapak gedung Lounge TKI, diterminal II D, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 23 September 2014. Gedung dipergunakan untuk TKI bermasalah. TEMPO/JONIANSYAH

    TEMPO.COTangerang - Gedung Common Use Lounge, pengganti Lounge TKI di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, akan mulai dioperasikan besok, Rabu, 1 Oktober 2014. Peresmian gedung multifungsi yang dilengkapi dengan ruang Crisis Center TKI bermasalah ini dilaksanakan berbarengan dengan penutupan Kantor Balai Pelayanan Kepulangan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BPK BNP2TKI) Selapajang. 

    "Common Use Lounge akan di-launching oleh Kepala BNP2TKI," ujar Manajer Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan, Selasa, 30 September 2014. (Baca:Lounge TKI di Soekarno-Hatta Jadi Zona Publik)

    Menurut Yudis, peresmian gedung baru ini merupakan tindak lanjut dari penataan ulang proses pemulangan TKI di Bandara Soekarno-Hatta. Setiba di Bandara Soekarno-Hatta, TKI akan diperlakukan sebagai penumpang pesawat pada umumnya. Para TKI diberikan kebebasan untuk pulang ke kampung halamannya dengan caranya sendiri. Hanya TKI yang bermasalah yang perlu didata di Crisis Center. Penanganannya pun dilakukan sepenuhnya oleh BNP2TKI. (Baca:BNP2TKI: 40 Persen TKI Belum Bisa Pulang Mandiri)

    Beberapa fasilitas seperti kafe dan restoran, toko oleh-oleh, musala, hingga money changer dan sejumlah closed circuit television (CCTV) disiapkan di area itu. Kamera pengintai ini dipasang untuk memastikan tidak ada lagi tindakan pemerasan terhadap TKI yang pulang dari luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta. "Ada tujuh CCTV yang dipasang di area ini," ujar Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Bram Bharoto Tjiptadi. 

    Teknologi canggih ini, kata Bram, berfungsi mengawasi dan merekam semua aktivitas manusia di area tersebut. "Semuanya bisa dipantau melalui ruang kontrol," katanya. Dengan demikian, oknum petugas sudah tidak bisa mempermainkan TKI lagi. (Baca:Layanan Pembuatan Kartu TKI di Soekarno-Hatta Dihapus)

    JONIANSYAH

    Berita Terpopuler:
    Koalisi Prabowo Usulkan Pilpres oleh MPR Lagi
    Penjual Kue Putu di Malang Tantang Amien Rais
    Koalisi Merah Putih Targetkan Revisi UU KPK
    Kejutan, Maria Londa Rebut Emas Asian Games

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).