1.040 Hektare Lahan Sawit di Leuser Ditutup  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perkebunan kelapa sawit. ANTARA/Zabur Karuru

    Perkebunan kelapa sawit. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Lhokseumawe - Aktivis Leuser dari Forum Konservasi Leuser (FKL) bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Aceh dan Dinas Kehutanan Kabupaten Aceh Tamiang menutup 1.040 hektare perkebunan sawit yang masuk dalam wilayah Ekosistem Leuser kemarin. Penutupan lahan dilakukan secara simbolis dengan menumbangkan enam pohon sawit di lokasi.

    "Ini sebagai tanda bahwa semua pohon sawit yang masuk dalam kawasan Ekosistem Leuser akan ditebang karena sudah masuk jalur tapal batas," kata Tejar Fahlevi, Koordinator Forum Konservasi Leuser (FKL) Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, hari ini, Selasa, 30 September 2014. (Baca: Batasi Investasi Perkebunan, DPR Diprotes)

    Tejar juga mengungkapkan bahwa penyisiran tapal batas kawasan ekosistem Leuser ini telah dilakukan pada 2008 lalu. Penyisiran digelar sejumlah aktivis lingkungan bekerja sama dengan Badan Pelaksana Kawasan Ekosistem Leuser (BPKEL) yang kini telah dibubarkan.

    Kepala Dinas Kehutanan Aceh Husaini Syamaun mengatakan penutupan lahan sawit itu untuk mengembalikan kawasan hutan yang telah terlanjur dipotong dan ditanami. "Pengembalian ini tidak bisa hari besok jadi, tapi perlu berpuluh tahun." (Baca:Kebun Raya Pertama di Kalimantan Diresmikan)

    Untuk kelanjutannya, Dinas Kehutanan dan Forum Konservasi Leuser (FKL) serta Dinas Kehutanan Kabupaten akan berkoordinasi untuk pengawalan kawasan hutan berikutnya. "Nanti setelah sawit di alur tapal batas ditebang, kami akan duduk bersama untuk membahas restorasi berikutnya," ujar Alfuadi, Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Aceh Tamiang.

    IMRAN MA (ACEH)

    Terpopuler:
    Telepon Hamdan Zoelva, Ini Isi Curhatan SBY
    Koalisi Merah Putih Targetkan Revisi UU KPK
    Penjual Kue Putu di Malang Tantang Amien Rais


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).