Parkir di Jalan Sabang Harus Lewat Mesin Koin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan petugas parkir mengadakan aksi unjuk rasa terkait parkir off street di Jalan Gajah Mada - Hayam Wuruk. TEMPO/Tony Hartawan

    Puluhan petugas parkir mengadakan aksi unjuk rasa terkait parkir off street di Jalan Gajah Mada - Hayam Wuruk. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memberlakukan sistem parkir berbayar lewat mesin di Jalan Haji Agus Salim atau Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benyamin Bukit mengatakan sistem ini cukup praktis digunakan oleh masyarakat. "Sangat mudah kok, masyarakat tinggal masukkan data dan bayar pakai koin ke mesin," ujarnya di lokasi peresmian, Jumat, 26 September 2014. (Baca: Cara Pakai Parkir Meter)

    Masyarakat yang akan parkir tak perlu bayar ongkos kepada juru parkir. Saat turun dari kendaraan, mereka harus menuju mesin meter parkir terdekat, lalu memasukkan data jenis kendaraan (mobil, truk, atau sepeda motor), nomor polisi, dan estimasi lama parkir, lalu masukkan koin sebanyak tagihan yang tertera di layar. Koin yang bisa dipakai hanya koin Rp 500 warna putih dan Rp 1.000. "Sementara ini masih pakai koin, tapi ke depan kami akan usahakan pakai kartu elektronik dengan bekerja sama dengan bank," ujar Benyamin. (Baca: Parkir Meter, DKI Raup Rp 120 miliar Setahun)

    Sistem parkir berbayar lewat mesin ini masih dalam tahap uji coba selama tiga bulan. Sistem ini baru pertama kali diterapkan di Jakarta. Namun Pemerintah Kota Bandung sudah menerapkan lebih dulu di Jalan Braga. Lewat sistem ini, seluruh pendapatan parkir on street bisa tercatat secara transparan.

    Kepala Unit Pelaksana Teknis Perparkiran Dinas Perhubungan Sunardi Sinaga menuturkan sistem ini sudah efektif digunakan di berbagai negara Eropa. Di Asia, pemerintah Singapura sudah menerapkannya lebih dulu dibanding Indonesia.

    Benyamin mengatakan pihaknya akan membuat masyarakat teratur dalam memarkirkan kendaraan. Nantinya, masyarakat bisa membayar parkir dengan kartu elektronik yang terhubung dengan bank atau kartu parkir khusus. "Saya buat masyarakat tak punya pilihan, sehingga semuanya bayar pakai kartu, supaya pendapatan tercatat," katanya.

    Dalam setahun, pemerintah bisa meraup Rp 360 miliar dari seluruh area parkir di Jakarta. "Potensi parkir di DKI sangat besar apabila dikelola dengan baik," ujarnya sebelumnya.

    PUTRI ADITYOWATI

    Terpopuler:
    Kata SBY Soal ISIS di Sidang PBB 
    PBB Sahkan Resolusi Lawan ISIS 
    Dilarang Berjilbab, Atlet Basket Qatar Mundur di AG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.