Bakrie Telecom Digugat di Pengadilan New York  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT. Bakrie Telecom Tbk (BTEL) - Esia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    PT. Bakrie Telecom Tbk (BTEL) - Esia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Bakrie Telecom digugat tiga perusahaan investasi Amerika Serikat. Gugatan ini diajukan kepada Pengadilan New York lantaran Bakrie Telecom dianggap tidak mampu membayar bunga obligasi.

    "Tergugat telah mengakui ancaman gagal bayar ini akan terus berjalan, tapi tidak ada pembayaran bunga yang dilakukan," kata pihak penggugat dalam dokumen yang diterima Reuters, Kamis, 25 September 2014.

    Pihak penggugat dalam kasus ini adalah Universal Investment Advisory SA, Vaquero Master EM Credit Fund Ltd, dan Trucharm Ltd. Sementara itu, tergugat dalam kasus ini adalah Bakrie Telecom Pte Ltd, PT Bakrie Network, dan PT Bakrie Connectivity.

    Bakrie Telecom dilaporkan gagal membayar bunga obligasi sebanyak dua kali dengan nilai US$ 380 juta. Anak usaha Bakrie Group ini dinyatakan gagal bayar pada November 2013 dan Mei 2014. Sementara itu, perusahaan penggugat menyatakan surat utang tersebut akan jatuh tempo Mei 2015. (Baca juga: Bakrie Telecom Bidik Satu Juta Pelanggan)

    Lantaran gagal bayar tersebut, perusahaan penggugat pesimistis Bakrie Telecom dapat melakukan pembayaran pada November 2014. Mereka berpendapat, besar kemungkinan BTEL kembali mengalami gagal bayar. Hingga saat ini, Jastiro Abi, Presiden Direktur Bakrie Telecom, tak memberikan tanggapan apa pun meski telah dihubungi via telepon dan pesan singkat.

    DINI PRAMITA

    Berita Terpopuler
    Wartawati Tempo Dilecehkan Simpatisan FPI
    Soal Gantung Diri di Monas, Anas: Siapa Bilang?  
    Adnan Buyung: Jaksa Penuntut Anas Bodoh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).