Pelindo III Utang Obligasi US$ 500 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas melihat crane Ship To Shore, alat pemindah peti kemas, di Dermaga  Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, 15 September 2014. Terminal peti kemas yang di resmikan 5 September lalu ini akan dioperasikan pada Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah petugas melihat crane Ship To Shore, alat pemindah peti kemas, di Dermaga Terminal Teluk Lamong, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, 15 September 2014. Terminal peti kemas yang di resmikan 5 September lalu ini akan dioperasikan pada Oktober 2014. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III memperoleh pendanaan asing sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 5,97 triliun (kurs hari ini Rp 11.954) melalui skema global bond (obligasi global). Suntikan modal itu diperoleh dari tiga penerbitan obligasi (bond issuer) terkemuka, yakni ANZ, Credit Suisse, dan Standard Chartered.

    Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan pemesanan surat utang ditutup pada Rabu, 24 September 2014, dengan kelebihan pesanan (oversubscribe) hingga 13 kali. Angka itu lebih tinggi dibanding kelebihan pesanan surat utang yang pernah dicapai BUMN lainnya yang hanya enam kali dari target.

    "Ini membuktikan bahwa perusahaan nasional masih dipercaya oleh dunia," ujarnya kepada wartawan di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Kamis, 25 September 2014.

    Dengan menunjukkan perkembangan bisnis dan realisasi proyek yang dimiliki, Djarwo yakin pemberi pinjaman utang luar negeri akan menyuntikkan dananya kepada Pelindo III.

    Djarwo menuturkan dana US$ 3,26 juta akan digunakan untuk pembiayaan ulang utang perseroan (refinancing). Sedangkan sisanya, yakni US$ 184 juta, bakal digunakan untuk investasi baru.

    "Global bond itu untuk berbagai pembiayaan, di antaranya pendanaan tahap kedua Terminal Teluk Lamong dan Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE). Saya tidak hafal rinciannya," katanya. Dana itu bisa mulai ditarik perseroan pada Kamis, 2 Oktober mendatang.

    Bunga kupon obligasi global yang ditetapkan hanya 4,87 persen. Angka tersebut jauh lebih kompetitif dibanding pendanaan domestik. Jadi, perseroan tak terbebani utang lebih tinggi. Komposisi utang Pelindo III saat ini sekitar 20 persen dari total aset. 

    ARTIKA RACHMI FARMITA


    Terpopuler
    Kata Anas Soal Janji Gantung di Monas Usai Vonis
    Anas Tantang Hakim dan Jaksa Bersumpah Mubahalah 
    Puncak Carstensz Jadi Incaran Turis Asing
    Harga Hewan Kurban Anjlok Menjelang Idul Adha


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?