Penjualan iPhone 6 Tembus 10 Juta Unit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ponsel iPhone 6 (kanan) dan iPhone 6 Plus.  REUTERS/Stephen Lam

    Ponsel iPhone 6 (kanan) dan iPhone 6 Plus. REUTERS/Stephen Lam

    TEMPO.CO, California - Sepekan sejak diluncurkan, sudah lebih dari 10 juta unit iPhone 6 terjual. Hal ini menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap telepon seluler berlayar lebar, seperti produk mutakhir Apple Inc ini. (Baca : Ada iPhone 6 Berlapis Emas)

    Ihwal larisnya iPhone 6 ini, menurut Chief Executive Officer Apple Inc, Tim Cook, sebenarnya perusahaan bisa menjual lebih banyak lagi. “Seandainya stok ada, kami pasti bisa menjual lebih banyak lagi iPhone 6 dan iPhone Plus,” katanya seperti dikutip Reuters, Kamis, 25 September 2014. (Baca : Pengguna iPhone Protes Pembaruan iOS 8)

    Membeludaknya permintaan pembeli sudah dapat diprediksi sejak Apple membuka pemesanan awal (pre-order) pada 12 September lalu. Saat itu, tercatat ada empat juta orang yang melakukan pemesanan awal di 10 negara. (Baca : 5 Persen Pengguna Android Beralih ke iPhone)

    Penjualan pada penawaran perdana iPhone 6 dan iPhone 6 Plus ini bahkan melampaui rekor penjualan perdana iPhone 5, dua tahun lalu. Saat itu, tercatat “hanya” dua juta orang yang melakukan pemesanan awal iPhone 5. Sedangkan tahun lalu iPhone 5S dan 5C “hanya” terjual 9 juta unit pada pekan pertama penjualannya di 11 negara. Adapun penjualan iPhone 4 dan iPhone 4S pada pekan pertama penjualan masing-masing sebanyak 1,7 juta unit dan 4 juta unit.

    "Jika saja kami dapat memperbaiki kecepatan produksi kami jauh lebih baik daripada sebelumnya, kami yakin kami sudah menjual jauh lebih banyak lagi. Kami terus bekerja keras semaksimal mungkin untuk memenuhi pesanan secepat mungkin,” kata Tim Cook.

    Apple menyatakan ada kemungkinan para penggemar iPhone 6 di Amerika Serikat masih harus menunggu sampai bulan depan untuk mendapatkan telepon seluler idamannya itu. Derasnya permintaan membuat perusahaan itu tak bisa memenuhi harapan banyak orang dan menggenjot produksi secepat mungkin. “Tapi kami menjanjikan iPhone 6 baru ini bisa segera didapatkan di 20 negara di seantero dunia.”

    Aaron Rakers, analis dari Stifel Nicolaus & Co, memperkirakan model terbaru iPhone ini akan segera tersedia di 115 negara di akhir tahun ini. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, iPhone 5S dan 5C dulu baru tersedia di 100 negara. Sejumlah analis yakin tingginya angka penjualan iPhone 6 itu bukan sekadar klaim dan bualan Apple.

    Analis dari Piper Jaffray & Co, Gene Munster, bahkan mencatat bahwa pendapatan Apple Inc langsung melonjak sejak perusahaan itu meluncurkan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Menurut dia, selama kuartal I-2014, pendapatan Apple Inc bahkan 9 persen lebih tinggi daripada prediksi Wall Street. Ia memprediksi pendapatan ini akan terus membubung sampai 12 persen di atas perkiraan Wall Street. “Lihat saja barisan calon pembeli yang mengular di luar toko pada hari pertama penjualan, luar biasa,” katanya.

    Saking tingginya animo masyarakat, sampai-sampai otoritas keamanan menambah pengamanan khusus di setiap kota yang menjual iPhone 6. Kepolisian New Haven, Connecticut, bahkan mengungkapkan sempat terjadi perkelahian di antara sesama pengantre iPhone 6. Salah satu pengantre berusaha membeli telepon idaman itu sebanyak mungkin karena ingin menjualnya kembali di Cina dengan keuntungan signifikan. Tentu saja ulahnya ini menuai protes pengantre lain dan memicu keributan. Tercatat tiga orang ditahan dan seorang di antaranya sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena kepalanya terluka. “Manajer toko berkali-kali menelepon polisi dan melaporkan bahwa para pengantre berkelahi,” kata salah seorang polisi New Haven yang tak mau disebutkan namanya.

    RACHMA TW | REUTERS

    Berita Terpopuler
    Wartawati Tempo Dilecehkan Simpatisan FPI
    FPI Minta Ahok Jaga Mulut 
    Soal Gantung Diri di Monas, Anas: Siapa Bilang? 
    Adnan Buyung: Jaksa Penuntut Anas Bodoh
    6 Orang Mati, Vonis Anas, dan Skandal Hambalang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.