7 Hari tanpa Premium, Pertamina Khawatir Ricuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengumuman di SPBU Pertamina kawasan Otista bertuliskan

    Pengumuman di SPBU Pertamina kawasan Otista bertuliskan "Kuota solar subsidi hari ini habis", Jakarta (26/8). Habisnya persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di beberapa SPBU di daerah merupakan konsekuensi dari pengaturan kuota yang diterapkan. Tempo/Aditia noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko menyatakan kuota bahan bakar minyak bersubsidi jenis Premium akan habis sepekan sebelum akhir tahun. Bila pemerintah tak menambah kuota BBM bersubsidi, dikhawatirkan akan terjadi gejolak sosial di masyarakat. (Baca: Kuota BBM Bersubsidi Habis Sebelum Akhir Tahun)

    Menurut Suhartoko, tidak tertutup kemungkinan terjadi penimbunan BBM bersubsidi seminggu sebelum pasokan habis. "Ada kemungkinan penimbunan dan gejolak sosial. Tetapi saya tidak mengerti gejolak sosialnya seperti apa," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis, 18 September 2014. (Baca: Menteri Chatib: BBM Kritis, Jokowi Punya Tiga Opsi)

    Kepanikan tersebut, kata dia, dapat berupa panic buying yang seperti terjadi pada waktu pelaksanaan kebijakan pengendalian BBM pada waktu lalu. Agar tidak menjadi gejolak sosial di masyarakat, dia menyarankan pemerintah mendatang mencari cara melonggarkan kuota BBM bersubsidi tahun ini untuk mencukupi kebutuhan. "Tugas pemerintah baru nanti membongkar (kuota BBM) supaya tidak terkunci," katanya. (Baca: Panglima TNI: Tentara Pencuri BBM Terancam Hukuman)

    Dia mengatakan saat ini konsumsi bensin Premium mencapai 84 ribu kiloliter per hari. Sedangkan kebutuhan solar mencapai 45 ribu kiloliter per hari. Pertamina memperkirakan bensin Premium akan habis pada 24 Desember dengan overkuota 521.367 liter. Hingga 31 Agustus lalu, realisasi konsumsi bensin Premium hingga 31 Agustus mencapai 19,7 juta kiloliter dari kuota 29,2 juta kiloliter.

    Menurut dia, habisnya pasokan bahan bakar minyak bersubsidi pada akhir tahun ini akan menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Masyarakat akan dapat memahami bahwa pemerintah bisa membangun negara jika mempunyai dana cukup. "BBM harus dikurangi subsidinya. Anggaran subsidi BBM dan elpiji Rp 292 triliun ini habis dibakar," katanya. Dia mengatakan sebagian besar subsidi BBM disedot oleh kendaraan pribadi, bukan untuk masyarakat miskin yang membutuhkan.

    ALI HIDAYAT

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Ahok dan Gerindra | Pilkada oleh DPRD | IIMS 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    Nikah Beda Agama, Ini Kata Menteri Agama
    Mobil Jakarta Dilarang ke Bogor, Ahok Temui Bima
    Susun Kabinet, Jokowi Tiru Jurus SBY 
    Jokowi Disebut Ingkar Janji, Ini Pembelaan Ruhut
    Risma: Menteri Apa? Menteri Urusan Lokalisasi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.