Suswono Setuju Pertanian dan Perikanan Digabung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi dan Jusuf Kalla. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Jokowi dan Jusuf Kalla. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian serta Menteri Kelautan dan Perikanan tak satu pendapat soal rencana penggabungan dua kementerian ini. Menurut Menteri Pertanian Suswono, rencana presiden terpilih Joko Widodo yang akan menyatukan dua kementerian itu adalah hal yang tepat. "Apa pun yang akan dilakukan dalam rangka efisiensi memang harus didukung," ujar Suswono ketika ditemui seusai rapat kerja dengan Komisi IV di gedung DPR, Rabu, 17 September 2014. (Baca: Muhaimin Protes Istilah Partai dan Pro di Kabinet)

    Suswono menilai keputusan penggabungan tersebut merupakan hasil pertimbangan matang dari pemerintahan baru melalui Tim Transisi. Dia setuju selama penggabungan ini bertujuan melakukan efisiensi. "Saya kira sudah diperhitungkan betul." (Baca: Risma: Menteri Apa? Menteri Urusan Lokalisasi?)

    Adanya efisiensi membuat anggaran bisa ditekan. Meski biaya bisa ditekan, Suswono berharap tugas di dua kementerian itu bisa berjalan dengan baik. (Baca: Susun Kabinet, Jokowi Tiru Jurus SBY)

    Pendapat berbeda diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo. Ia menilai ide menggabungkan dua kementerian tersebut menjadi Kementerian Kedaulatan Pangan akan merugikan kementerian yang dipimpinnya. "Pondasi kami sudah bagus, jangan dicampur dengan yang baru," ujarnya pada 25 Agustus 2014.

    Sejak berpisah dari Kementerian Pertanian, Cicip menilai kementerian yang dipimpinnya lebih baik. Ekspor meningkat dengan stok ikan naik menjadi 19-20 persen.

    Selain itu, sumbangan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap ketahanan pangan, mengacu data BPS, nilai ekonominya lebih dari Rp 300 triliun. Sharif juga mengklaim kementeriannya berprestasi, dengan pelayanan publik yang dinilai bagus oleh Ombudsman Republik Indonesia.

    Presiden terpilih Joko Widodo bersama wakilnya, Jusuf Kalla, telah mengumumkan arsitektur kabinet pemerintahannya beberapa waktu lalu. Didampingi Tim Transisi, Jokowi menuturkan akan mempertahankan jumlah 34 kementerian.

    Ada enam kementerian yang digabung, antara lain Kementerian Kedaulatan Pangan, yang merupakan gabungan dari Kementerian Pertanian dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pendidikan Tinggi dan Riset, yang merupakan gabungan pecahan Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi.

    PRIO HARI KRISTANTO

    Baca juga:
    Ini Daftar Kandidat Kuat Pengisi Kabinet Jokowi
    Bimbim Slank Demen Bila Ahok Marah
    Jokowi Siapkan 2 Pos Menteri untuk Partai KMP
    Koin Logam 5.200 SM Ditemukan di Gunung Padang
    Artidjo: Luthfi Lakukan Korupsi Politik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.