Garuda Indonesia Travel Fair 2014 Raup Rp 223 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Sales and Marketing PT Garuda Indonesia garuda Eric Meijer (kir) berbincang dengan VP Marketing Garuda Djunadi Putra Satrio (kanan) di depan miniatur pesawat Garuda saat Garuda Indonesia Travel Fair (GITF) 2014 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (11/4). ANTARA/Zabur Karuru

    Direktur Sales and Marketing PT Garuda Indonesia garuda Eric Meijer (kir) berbincang dengan VP Marketing Garuda Djunadi Putra Satrio (kanan) di depan miniatur pesawat Garuda saat Garuda Indonesia Travel Fair (GITF) 2014 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (11/4). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia Tbk berhasil menjual tiket senilai Rp 223 miliar dalam pameran pariwisata yang digelarnya. Pameran yang bernama Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) itu diadakan dua kali pada tahun ini, yakni pada 11-13 April 2014 dan 12-14 September 2014, di Jakarta Convention Center.

    Direktur Penjualan dan Pemasaran Garuda Indonesia Erik Meijer menyatakan nilai transaksi pada perhelatan September meningkat 115 persen dibanding April. "April kami mencatat nilai penjualan Rp 70,8 miliar, sedangkan pada September sebesar Rp 152,2 miliar," ujarnya. (Baca: Biro Perjalanan Panen di Garuda Indonesia Travel Fair)

    Nilai transaksi tersebut besar karena masyarakat semakin melek akan kebutuhan berlibur. Selain untuk menghilangkan kepenatan dalam kegiatan, berlibur sudah menjadi bagian dari gaya hidup. (Baca: Pramugari Salat di Pesawat, Ini Tanggapan Garuda)

    Erik mengatakan tiket penerbangan promo yang terjual sebesar 10-85 persen baru bisa dipakai sepekan setelah pameran hingga Juni 2015. "Pengaruh libur akhir dan awal tahun menjadi salah satu penyebab besar nilai transaksi," kata dia.

    Sebagai pameran perjalanan wisata terbesar di Indonesia, GATF juga memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang tujuan wisata dan mendukung pemerintah dalam pengembangan industri pariwisata nasional.

    Namun, kata Erik, dalam pameran, minat masyarakat berlibur ke dalam negeri masih kecil. "Masih sekitar 27 persen dari nilai transaksi pada pameran September 2014," kata Erik. Sisanya, 73 persen, merupakan penerbangan internasional.

    Daerah yang menjadi favorit dari 27 persen itu adalah Palembang, Surabaya, Denpasar, dan Makassar. "Singapura, Hong Kong, Kuala Lumpur, dan Bangkok masih menjadi primadona masyarakat Indonesia untuk berpariwisata," kata Erik.

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Terpopuler:
    PLN Konsumsi 74 Juta Ton Batu Bara Tahun 2014
    Empat Fakta Menarik Jack Ma, Bos Alibaba 
    Gaet Profesional, Visi-Misi Jokowi Bisa Terwujud 
    Lelang SUN, Pemerintah Tarik Utang Rp 10 Triliun 
    Politikus Kuasai BPK, Independensi Terancam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.