Industri Mebel Diserbu Produk Impor

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengrajin rotan melapisi cat pernis pada bangku rotan di Kawasan Genjing, Jakarta, 7-9, 2012. Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) memperkirakan pertumbuhan industri rotan dan kayu menurun. TEMPO/Subekti.

    Pengrajin rotan melapisi cat pernis pada bangku rotan di Kawasan Genjing, Jakarta, 7-9, 2012. Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) memperkirakan pertumbuhan industri rotan dan kayu menurun. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Perniagaan dan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Perekonomian, Edi Putra Irawady, menyebutkan beberapa kendala yang menghambat industri mebel nasional. Hambatan itu ada yang berasal dari dalam dan luar negeri.

    "Di luar negeri, mebel kita menjadi incaran pesaing dengan diisukan merusak hutan dan memakai bahan baku yang mengganggu kesehatan," kata Edi di Jakarta, Rabu, 17 Februari 2014. Dia mengatakan, isu itu bertujuan agar Indonesia kehilangan pasar ekspor mebel, terutama Amerika Serikat.(Baca : Target Ekspor Mebel dan Kerajinan Naik 7 Persen)

    Edi mengatakan, dari dalam negeri kendalanya cukup beragam. Seperti kurangnya perhatian Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan serta Pemerintah Daerah.

    Dua kementerian itu diharapkan bisa mengatur pengadaan bahan baku dan menjaga impor mebel. "Kalau di Pemda, ada pungutan dari daerah penghasil kayu ke daerah non penghasil kayu. Dan terkadang, bahan baku kayu tidak boleh melewati salah satu daerah," kata Taufik.

    Ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO), Taufik Gani, menilai dengan banyaknya impor produk dari Tionghoa dan Filipina membuat lesu industri dalam negeri. Karena barang impor itu dijual murah di dalam negeri dengan kualitas di bawah produksi nasional.(Baca : 2013, Ekspor Furniture Tumbuh 17 Persen)

    Selain itu, masih banyak ditemukan ekspor bahan baku kayu mentah. "Padahal sudah ada peraturan yang melarang ekspor kayu log," kata Taufik. Dia berharap, pemerintah memperketat pengawasan ekspor bahan baku mentah. Pemerintah mentargetkan target ekspor tahun 2015 sebesar Rp 59,7 triliun, meningkat dibandingkan tahun ini senilai Rp 23,8 triliun.

    HUSSEIN ABRI YUSUF

    Berita Terpopuler
    PLN Konsumsi 74 Juta Ton Batu Bara Tahun 2014
    Pembangkit Listrik Limbah Sawit Pertama Dibangun 
    Ekspor Industri Kreatif Yogya Rp 2,8 Triliun
    Tiga Agenda Prioritas Jokowi Menurut Ekonom RBS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jumlah dan Asal mikrobioma di Tubuh Manusia

    Tubuh manusia merupakan rumah bagi 100 triliun mikroba. Ada yang baik, ada yang buruk. Dari mana datangnya? Berapa total beratnya?