Alibaba Siap Pecahkan Rekor IPO Terbesar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor pusat Alibaba Group, di Hangzhou, Cina. AP

    Kantor pusat Alibaba Group, di Hangzhou, Cina. AP

    TEMPO.CO, New York - Perusahaan e-commerce asal Cina, Alibaba, siap memecahkan rekor dunia. Menjelang penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di bursa saham New York, perusahaan e-commerce Cina, Alibaba, mengalami lompatan signifikan.

    Kantor berita BBC mengabarkan harga saham Alibaba diperkirakan melonjak hingga 10 persen, yaitu dari US$ 60-66 menjadi US$ 66-68 per lembar dari harga perkiraan awal. (Baca: Alibaba Siap Melantai di Wall Street). Berdasarkan dokumen terbaru yang diserahkan ke New York Stock Exchange, Alibaba menyebut bahwa peningkatan harga saham ini disebabkan adanya permintaan yang kuat dari investor. Jika perkiraan itu tercapai, Alibaba bakal memecahkan rekor IPO terbesar di dunia.

    Dengan harga tersebut, Alibaba bisa mengantongi dana segar lebih dari US$ 25 miliar. Angka ini lebih besar ketimbang rekor IPO sebelumnya sebesar US$ 22,1 miliar yang dibukukan oleh Agricultural Bank of China. Alibaba pun bisa mengantongi market value hingga US$ 168 miliar, lebih besar dari e-commerce yang lebih dulu eksis seperti Amazon. (Baca juga: Kisah Sukses Jack Ma: Dari Bir hingga Alibaba)

    Sebelumnya, Alibaba mengumumkan akan melepas sekitar 320,1 juta lembar saham IPO dengan harga penawaran per saham US$ 60-US$ 66. Jika dijual dengan harga tertinggi, Alibaba diperkirakan dapat menggalang dana sekitar US$ 21,8 miliar atau Rp 260,8 triliun.  Angka ini berpotensi meningkat hingga di atas US$ 25 miliar bila penjamin emisi yang mengurus IPO Alibaba mengambil opsi membeli lebih banyak saham untuk memenuhi permintaan.

    Saham Alibaba akan diperdagangkan di Bursa New York dengan kode emiten “BABA”.  Pada pekan lalu, perusahaan ini mulai melakukan serangkaian roadshow ke sejumlah negara untuk menjaring investor. Menurut sumber yang dilansir Reuters, Alibaba akan menetapkan harga IPO pada setelah bursa saham Amerika Serikat tutup pada Kamis, 17 September 2014 dan sahamnya diperdagangkan sehari sesudahnya.

    FERY FIRMANSYAH

    Berita Terpopuler
    Begini Arsitektur Kabinet Jokowi-JK 
    Pasar Kecewa terhadap Susunan Kabinet Jokowi
    Ahok Terima Ajakan Hashim Bertemu Prabowo

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.