PT KAI Semarang Operasikan Kereta Komuter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah. TEMPO/Nita Dian

    Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Semarang - PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasional IV Semarang akan mengoperasikan kereta komuter rute Kendal-Purwodadi, Jawa Tengah, pada 28 September 2014 mendatang. Menurut juru bicara Kereta Api Daerah Operasi Semarang, Suprapto, tarif kereta komuter ini Rp 15 ribu. "Kami sedang meminta masukan untuk nama kereta komuter ini," kata Suprapto kepada Tempo, Rabu, 17 September 2014.

    Kereta komuter Kendal-Purwodadi akan menempuh rute Weleri-Kaliwungu-Mangkang-Semarang Poncol-Alastua-Brumbung-Gubug. Dalam setiap rangkaian ada empat gerbong kereta diesel dengan daya angkut 184 penumpang. Dalam sehari, kereta komuter ini menempuh empat kali perjalanan pulang-pergi. (Baca juga: 6 Tahun KRL Commuter, 700 Ribu Penumpang per Hari)

    Layanan kereta komuter ini menghubungkan kawasan pinggiran dengan pusat Kota Semarang. Menurut Suprapto, ini adalah layanan pertama sejak rute tersebut ditutup setelah zaman kolonial Belanda. Suprapto yakin kereta komuter ini akan menarik minat warga pinggir kota yang bekerja di Semarang. "Layanan ini menjadi sinergi dengan upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan di Semarang," ujarnya. (Baca juga: KAI Diminta Serius Benahi KRL Jabodetabek)

    Pakar transportasi Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai kereta komuter ini bisa mengurangi kemacetan saat jam sibuk di Semarang. Namun, tarif kereta sebesar Rp 15 ribu itu tergolong mahal untuk ukuran Semarang. "Seharusnya pemerintah memberikan subsidi. Tarif yang mahal tidak akan menarik minat publik untuk meninggalkan kendaraan pribadi," kata dia.

    EDI FAISOL

    Berita Terpopuler
    Begini Arsitektur Kabinet Jokowi-JK
    Pasar Kecewa terhadap Susunan Kabinet Jokowi
    Ahok Terima Ajakan Hashim Bertemu Prabowo

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.