Asuransi Pertanian, Premi Petani Rp 180 Ribu/Ha  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -- Menteri Pertanian Suswono mengatakan kementeriannya akan melakukan uji coba asuransi pertanian kepada petani dengan besaran premi yang terjangkau. "Premi asuransi akan dikenakan sebesar Rp 180 ribu per hektar," kata dia usai menghadiri rapat Komisi IV DPR, di Senayan, Jakarta Selatan, Senin, 15 September 2014.

    Namun, pemerintah belum menetapkan besarnya dana asuransi itu ke dalam anggaran. Kementerian Pertanian masih berdiskusi soal dana ini dengan DPR. "Tahun depan baru akan dianggarkan," kata Suswono. (Baca: Jokowi Diminta Rumuskan Strategi untuk Petani)

    Menurut dia, tidak semua komoditas akan dicakup oleh asuransi itu. Tanaman pangan, terutama beras, akan diutamakan. Pertimbangannya, beras merupakan komoditas primer dan bahan makanan pokok masyarakat Indonesia.

    Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura Hasanuddin Ibrahim mengungkapkan asuransi pertanian saat ini belum bisa dilaksanakan karena terkait dengan perizinan di Kementerian Keuangan. Meski begitu, ia optimistis pada 2015 program asuransi itu bisa berjalan. "Kami optimistis 2015 program ini akan berjalan dengan lancar," ujar dia. (Baca: PR Menteri Pertanian Baru: Tambah Lahan)

    Pemerintah pernah menargetkan untuk merealisasikan program asuransi pertanian bagi seluruh petani di Indonesia pada 2014. Untuk itu, pada 2012 Kementerian Pertanian melakukan uji coba Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) seluas 3.000 hektare di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Selatan dengan luas masing-masing 1.000 hektare.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA

    TERPOPULER

    SBY Bingung Disalahkan Soal RUU Pilkada
    Koalisi Merah Putih Jalani Strategi Bumi Hangus
    SBY: Partai Demokrat Bukan Koalisi Merah Putih
    Menelisik Pengurusan Pelat Nomor Cantik Mobil Mewah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.